Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Komite Tetap Industri Logam, Manufaktur, Alat Transportasi, dan Elektronik Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin), I Made Dana Tangkas.
"Kalau kita lihat, sekarang ini kan perkembangan industri komponen otomotif bisa dikatakan kompetitif karena terbukti dari beberapa komponen sekarang ini banyak diekspor ke berbagai negara, tidak hanya di wilayah ASEAN tapi juga wilayah Afrika, termasuk negara-negara lain," kata I Made Dana Tangkas kepada detikOto.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sudah memenuhi kualitas standar ekspor, bisa dikatakan kompetitif karena kita punya quality cost and delivery masuk dalam hitungan sebagai standar global. Cost harus ada yang namanya cost index manufactur itu harus dibandingkan apple to apple dengan negara lain misalnya dengan India, Thailand, Turki, atau Afrika," tambahnya.
Namun untuk soal kuantitas, jumlah pelaku industri komponen di Indonesia masih kalah jauh dibandingkan dengan Thailand. Saat ini, jumlah industri komponen di tier 1 (komponen inti) yakni 550 perusahaan.
Sementara di tier 2 dan tier 3 yang merupakan komponen pelengkap dan tambahan jumlah pelaku industri sebanyak 1.000 perusahaan. Untuk jumlah outlet, workshop, dan suku cadang mencapai 14 ribu.
"Ya memang kalau dilihat kondisi saat ini industri komponen kita itu setengah Thailand. Tier 1, tier 2, dan tier 3 bisa dikatakan setengahnya lah ya. Mereka 2.400-an, kita masih 1.000-an," tutur I Made. (nkn/rgr)












































Komentar Terbanyak
BBM Shell Kosong, Bahlil: Negara Nggak Cuma Ngurus 1 Kelompok!
Prabowo Mau Buka Pabrik Mobil di RI: Kenapa Kita Jadi Pasar Mobil Orang Lain?
Viral Istri Ketinggalan di Rest Area saat Mudik, Diantar Polisi Naik Moge