Jepang: Masalah di Mitsubishi Sangat Serius

Jepang: Masalah di Mitsubishi Sangat Serius

Dadan Kuswaraharja - detikOto
Kamis, 21 Apr 2016 14:37 WIB
Jepang: Masalah di Mitsubishi Sangat Serius
Presiden MMC Tetsuro Aikawa meminta maaf dalam jumpa pers di Tokyo. Foto: Pool
Tokyo - Pemerintah Jepang menilai kasus manipulasi efisiensi kendaraan Mitsubishi merupakan masalah yang sangat serius. Kasus ini mengingatkan kembali masalah yang menimpa Mitsubishi 1 dekade yang lalu. Mitsubishi saat itu menutup-nutupi cacat pada kendaraannya dan menjadi skandal yang terburuk pada otomotif Jepang.

"Kami menginginkan adanya gambaran yang menyeluruh dan adanya klarifikasi dari Mitsubishi, dan kami menginginkan respons yang cepat dan memastikan keamanan mobil," ujar Sekretaris Kabinet Pemerintah Jepang Yoshihide Suga seperti dilansir Reuters, Kamis (21/4/2016).

Kementerian Transportasi Jepang hari Rabu kemarin memerintahkan Mitsubishi untuk memberikan laporan secepatnya dalam waktu seminggu. Kementerian kemudian akan memberikan keputusan atau tanggapan pada 18 Mei.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mitsubishi sebelumnya mengakui sudah melakukan manipulasi data konsumsi BBM 4 mobil mini agar memberikan hasil yang lebih baik. Total ada sekitar 600.000 kendaraan yang terlibat.

Analis JP Morgan Akira Kishimoto memprediksi, kecurangan itu akan membuat Mitsubishi merogoh kocek sampai 50 miliar yen untuk pembayran ganti rugi ke konsumen, pergantian suku cadang dan kompensasi kepada Nissan.

Nissan lah yang menemukan adanya masalah pada mobil Mitsubishi. Mitsubishi sudah memproduksi sekitar 600.000 kendaraan. Total ada 4 tipe, dua tipe dijual dengan merek Nissan dan dua tipe Mitsubishi.

Nama mobil Nissan adalah Nissan Dayz dan Dayz Roox, sedangkan Mitsubishi adalah eK Wagon dan ek Space. Presiden Mitsubishi Motors Corporation, Tetsuro Aikawa pun minta maaf atas kecurangan yang dilakukan perusahaannya. Saham Mitsubishi Motors pun turun 15 persen dan hari ini disuspensi perdagangannya.

Kecurangan ini menjadi skandal karena semua mobil di Jepang harus lulus tes emisi karbon dioksida dan konsumsi BBM. Mobil dites dalam sebuah alat yang mirip treadmill untuk manusia. Performa mobil dihitung dalam keadaan mesin menyala. (ddn/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads