Soal Otomotif, Indonesia Bisa Kalahkan Thailand

Soal Otomotif, Indonesia Bisa Kalahkan Thailand

Dadan Kuswaraharja - detikOto
Selasa, 08 Mar 2016 12:47 WIB
Soal Otomotif, Indonesia Bisa Kalahkan Thailand
Foto: Agung Phambudhy
Jakarta - Indonesia perlahan dapat menggantikan Thailand sebagai pusat produksi otomotif utama di ASEAN. Hal ini memiliki implikasi besar bagi produsen dan penyuplai suku cadang otomotif serta pemangku kebijakan di kedua negara.

"Buktinya jelas bahwa dalam hal tren output produksi kendaraan, perkembangan kebijakan, dan perbaikan infrastruktur, Indonesia akan terus meningkatkan kapasitas produksi, konsumsi domestik dan volume ekspor sekaligus. Produsen otomotif dan pemangku kebijakan di Indonesia, Thailand dan negara-negara lain tentu akan mempertimbangkan implikasi ini," ujar Kepala Sektor Otomotif Global di Ipsos Business ConsultingΒ  Markus Scherer dalam siaran pers, Selasa (8/3/2016).

Seperti diketahui, saat ini, Thailand menjadi produsen mobil terbesar di Asia Tenggara dengan volume produksi per tahun sekitar 2 juta unit dibandingkan Indonesia dengan jumlah sekitar 1,1 juta unit di tahun 2015.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebagai produsen otomotif terbesar kedua, Indonesia belum mampu mengimbangi Thailand dalam membangun pasar ekspor. Indonesia mengekspor hanya 23% dari produksi domestiknya di tahun 2015, sementara Thailand mampu mengekspor hingga 55%.

Namun, Indonesia sudah mulai mengejar ketinggalan. Di tahun 2015, kesenjangan produksi antara dua negara adalah sekitar 810,000 unit.

Ipsos memprediksi pada tahun 2020, selisihnya diperkirakan mengecil menjadi hanya 465,000 unit.

Agar Indonesia dapat menggantikan Thailand sebagai pusat produksi mobil nomor satu di ASEAN, kesenjangan tersebut harus dapat diatasi dengan beberapa syarat seperti:

Peningkatan utilitasi pabrik. Di tahun 2015, Indonesia memiliki kapasitas produksi terpasang hingga 2 juta unit kendaraan, namun hanya sekitar 62% yang dimanfaatkan;

Meningkatkan investasi lanjutan hingga US$ 2,6 milyar untuk pembuatan pabrik baru atau untuk peningkatan kapasitas pabrik,dengan asumsi tingkat utilisasi tetap sama.
Β 


(ddn/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads