"Buktinya jelas bahwa dalam hal tren output produksi kendaraan, perkembangan kebijakan, dan perbaikan infrastruktur, Indonesia akan terus meningkatkan kapasitas produksi, konsumsi domestik dan volume ekspor sekaligus. Produsen otomotif dan pemangku kebijakan di Indonesia, Thailand dan negara-negara lain tentu akan mempertimbangkan implikasi ini," ujar Kepala Sektor Otomotif Global di Ipsos Business ConsultingΒ Markus Scherer dalam siaran pers, Selasa (8/3/2016).
Seperti diketahui, saat ini, Thailand menjadi produsen mobil terbesar di Asia Tenggara dengan volume produksi per tahun sekitar 2 juta unit dibandingkan Indonesia dengan jumlah sekitar 1,1 juta unit di tahun 2015.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, Indonesia sudah mulai mengejar ketinggalan. Di tahun 2015, kesenjangan produksi antara dua negara adalah sekitar 810,000 unit.
Ipsos memprediksi pada tahun 2020, selisihnya diperkirakan mengecil menjadi hanya 465,000 unit.
Agar Indonesia dapat menggantikan Thailand sebagai pusat produksi mobil nomor satu di ASEAN, kesenjangan tersebut harus dapat diatasi dengan beberapa syarat seperti:
Peningkatan utilitasi pabrik. Di tahun 2015, Indonesia memiliki kapasitas produksi terpasang hingga 2 juta unit kendaraan, namun hanya sekitar 62% yang dimanfaatkan;
Meningkatkan investasi lanjutan hingga US$ 2,6 milyar untuk pembuatan pabrik baru atau untuk peningkatan kapasitas pabrik,dengan asumsi tingkat utilisasi tetap sama.
Β
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Pemerintah Ancam Cabut Izin Gojek-Grab Andai Tak Patuhi Komisi 8%
Viral Pengemudi Calya Ngamuk, Patahkan Spion-Wiper Mini Cooper
Pemilik Kendaraan yang Belum Bayar Pajak Didatangi Petugas Samsat