Presiden SGMW atau Wuling Indonesia, Xu Feiyun, mengatakan pihaknya harus mempelajari secara cermat tentang apa yang dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia dan apa pula ketentuan yang ditetapkan oleh masyarakat.
"Mencermati hal itu, SGMW Indonesia masih belum memiliki rencanaΒ masuk ke segmen pasar itu," paparnya di Liuzhou, China, akhir pekan lalu, tanpa merinci tentang aturan yang dimaksud.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Begitu pula, lanjut Xu, dalam hal harga. Meski tak menyebut besarannya, Xu mengatakan mobil buatan SGMW Indonesia bakal berbanderol bersaing dibanding para pesaing.
Dengan melihat fakta atas kebutuhan dan keinginan masyarakat itulah, pabrikan ini memprioritaskan mobil jenis MPV yang akan dijagokan untuk bersaing di pasar Indonesia. "Jadi untuk LCGC, belum ada rencana," ucapnya.
SGMW Indonesia telah membangun pabriknya di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, dengan kapasitas produksi 120.000 unit per tahun. Pabrik itu mulai beroperasi tahun depan.
Kabarnya, MPV pertama yang akan digelontorkan ke pasar adalah Wuling Hongguang S1. Setelah itu, akan meluncurkan varian yang lebih tinggiΒ yakni berbasis Baojun 730. Varian pertama di China dibanderol mulai 60.000 yuan atau sekitar Rp 120 juta.
Sedangkan varian kedua, yakni Baojun 730 dibanderol 70.000 - 90.000 yuan atau sekitar Rp 140 - 180 juta.
(arf/ddn)












































Komentar Terbanyak
2 Pabrik Otomotif Jepang di RI Cabut ke Vietnam, Ribuan Pegawai Kena PHK
2 Pabrik Otomotif Jepang di RI Mau Cabut ke Vietnam, Ini Alasannya
Indonesia Ditinggal Kabur Pabrik Otomotif, Pemerintah Harus Ambil Sikap!