Memang harus diakui, saat ini Bumi kian sesak dengan polusi dan asap dari kendaraan bermotor, salah satunya mobil. Terlebih emisi CO2 membuat planet biru ini semakin kotor dan berbahaya bagi keberlangsungan hidup manusia.
Untuk itu, salah satu terobosan untuk mengatasi permasalahan tersebut yakni menciptakan alat transportasi ramah lingkungan. Terbukti beberapa tahun terakhir, produsen gencar memproduksi mobil ramah lingkungan seperti hybrid.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun nampaknya popularitas dan minat masyarakat dunia terhadap mobil listrik belum sebesar mobil berbahan bakar bensin. OPEC memprediksi 94% mobil masih akan menggunakan bensin sebagai bahan bakar utama.
Produksi mobil listrik dikatakan OPEC dalam buku tahunan World Oil Outlook haruslah diikuti dengan teknologi terkini untuk menarik minat pasar. Dilansir CNN, Kamis (24/12/2015), OPEC menyatakan,"Tanpa terobbosan teknologi, kendaraan bertenaga baterai/ listrik sulit untuk tumbuh di pasar dan memperkirakan masa depannya."
Sedangkan masa depan mobil hybrid yang masih menggunakan bensin, diprediksi oleh OPEC akan meningkat signifikan. Melihat kebutuhan industri otomotif pada bahan bakar miniyak masih tinggi, hingga 25 tahun ke depan. Pangsa pasar mobil hybrid juga diperkirakan akan meraup 14% pasar pada 2040.
(lth/ddn)












































Komentar Terbanyak
Begini Efek Negatif Impor Mobil Pick Up 105 Ribu Unit Senilai Rp 24 T dari India
Impor Pickup India Disebut Lebih Murah, Segini Harganya
Pick Up 4x4 India Jadi Kendaraan Operasional: Biaya Perawatan Mahal-Suku Cadang Terbatas