Mengapa Orang Lebih Suka Membeli Mobil Keluarga? Ini Alasannya

Mengapa Orang Lebih Suka Membeli Mobil Keluarga? Ini Alasannya

Arif Arianto - detikOto
Kamis, 12 Nov 2015 11:37 WIB
Mengapa Orang Lebih Suka Membeli Mobil Keluarga? Ini Alasannya
Jakarta/Tangerang -

Alasan konsumen yang membeli mobil keluarga khususnya varian Multi Purpose Vehicle (MPV) bukan semata-mata karena kapasitas angkut penumpang dan bagasi yang lebih besar saja. Ada sejumlah faktor lain yang mendasarinya. Apa saja?

Menurut Willy Herwianto, salah seorang pemilik MPV buatan Suzuki yang tinggal di Cipondoh, Tangerang, pertimbangan kapasitas penumpang yang mencapai enam hingga tujuh orang merupakan pertimbangan utama.

“Saya rasa seperti orang lain yang membeli mobil jenis ini, pertimbangan bisa mengangkut banyak penumpang saat bepergian menjadi alasan utama. Apalagi, di kita kan kebiasaan pergi bersama keluarga, mudik, atau acara kumpul keluarga itu sudah menjadi budaya,” paparnya saat ditemui detikOto, di Cipondoh, kemarin malam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain faktor kapasitas, faktor lain yang dipertimbangkannya adalah harga yang terjangkau, teknologi dan fitur, gaya desain, merek, serta nilai jual kembali.

“Harga cukup penting, tetapi desain dan merek juga jadi pertimbangan penting juga karena ini menyangkut nilai jual kembali,” ucapnya.

Soal nilai jual kembali ini dibenarkan oleh pemilik showroom mobil bekas Edwin Mobilindo, Tambun, Bekasi, Edi Winarno. Menurutnya, dari pengalamannya saat melakukan jual beli mobil bekas, jenis MPV memiliki nilai jual yang relatif stabil dengan nilai nominal yang relatif lebih tinggi dibanding jenis lain.

“Memang, mobil MPV harga jualnya lebih stabil dengan nilai yang lebih tinggi dibanding mobil jenis lain dengan tahun yang sama,” ujarnya saat dihubungi.

Orang juga banyak memburu mobil jenis itu, kata Winarno, karena faktor budaya dan persepsi terhadap mobil. Budaya karena kebiasaan untuk bepergian bersama sanak saudara atau kolega.Sedangkan persepsi, meskipun ini bersifat subyektif, tetapi pengaruhnya cukup kuat.

“Orang mempersepsi saat ini banyak orang yang memilih MPV, sehingga bagi mereka mobil MPV adalah tren gaya hidup terkini, jadi kalau pakai MPV juga bergengsi. Selain itu dengan asumsi kalau banyak yang meminati, berarti kalau dijual kembali harganya tetap tinggi,” paparnya.

Sejumlah alasan yang diungkapkan Willy dan Winarno diamini Public Relation Manager PT Toyota-Astra Motor, Rouli Sijabat. Dia menyebut, hasil riset internal pihaknya membuktikan semua alasan tersebut memang benar menjadi pertimbangan konsumen saat akan membeli MPV Toyota.

“Fakta membuktikan, selain faktor budaya, pertimbangan soal teknologi, nilai jual kembali juga menjadi pertimbangan,” ujarnya saat dihubungi.

Terlebih, kata dia, Toyota juga terus melakukan pengembangan produk mulai dari penambahan varian yakni MPV untuk segmen pemula atau low MPV, menengah atau medium MPV, hingga untuk segmen atas atau premium MPV.

Begitu pun dengan pengembangan teknologi pendukung keamanan dan kenyamanannya plus gaya desain.

“Sehingga, kalau kita cermati hampir setiap tahun selalu ada penyegaran di semua segmen. Walhasil, semua keinginan dan kebutuhan konsumen dengan tidak meninggalkan alasan dasarnya yakni kapasitas dan nilai jual kembali, semua terpenuhi,” papar Rouli.

Dengan berbagai pengembangan oleh pabrikan untuk memenuhi keinginan dan tuntutan konsumen maupun tren pasar, tak heran jika mobil MPV terus bertahan menjadi pilihan.

(arf/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads