Penjualan SUV Hybrid Moncer, Mitsubishi Siapkan Varian Baru

Penjualan SUV Hybrid Moncer, Mitsubishi Siapkan Varian Baru

Arif Arianto - detikOto
Kamis, 15 Okt 2015 13:27 WIB
Penjualan SUV Hybrid Moncer, Mitsubishi Siapkan Varian Baru
London - Setelah penjualannya dirasa cukup moncer, Mitsubishi berancang-ancang untuk membuat lima tipe dari varian Sport Utility Vehicle (SUV) listrik dan hybrid hingga 2020 mendatang. Dari lima tipe yang direncanakan empat diantaranya berteknologi hybrid.

Sperti diwartakan Autocar, Kamis (15/10/2015), sinyalemen tersebut diungkapkan langsung Chairman and Chief Executive Officer Mitsubishi, Osamu Masuko, saat melawat ke Inggris. Penjualan SUV Mitsubhisi Outlander PHEV di Inggris sepanjang 2014 lalu mencapai 7.255 unit.

Jumlah tersebut dua kali lipat dari penjualan Nisan Leaf. Bahkan penjualan Outlander PHEV berada di urutan puncak penjualan mobil listrik di Inggris maupun Eropa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

β€œMitsubishi akan membangun lima tingkat line-up SUV, empat di antaranya cenderung plug-in hybrid atau EVS,” kata dia.

Lima tipe anyar itu dimulai dari tipe yang diposisikan tepat di atas tipe segmen B yakni Mitsubishi ASX yang dirampingkan sebagai tipe terbawah. Adapun tipe teratas setara dengan Mitsubishi Shogun.

Artinya, lanjut Masuko, Mitsubishi ASX generasi nayar itu bakal menjadi SUV terkecil di dunia dengan tenaga dari listrik murni yang disimpan di baterai. Tipe ini kabarnya akan berbasis pada konsep eX yang akan dipamerkan di gelaran Tokyo Motor Show akhir bulan Oktober ini.

Konsep itu disebut menggunakan sistem penggerak empat roda. Tipe lainnya akan dibangun sebagai model yang diposisikan sebagai varian All New SUV yang berada diantara Mitsubishi ASX dan Outlander. Bisa jadi, Mitsubishi menambahkan kata Shogun Sport yang digambarkan sebagai sebagai SUV listrik konvensional dengan karakter kendaraan off-road.

Soal persaingan di pasar yang kian ketat, Masuko mengaku tak silau. Justru sebaliknya dia berharap dengan persaingan tersebut penyempurnaan model akan semakin baik.

"Memang benar bahwa pada awalnya kita tidak harus melawan pesaing lainnya dan bahwa di masa depan kita akan menghadapi persaingan sengit," katanya.

"Namun, tanda-tanda bahwa teknologi PHEV semakin bagus dan positif. Itu berarti akan menjadi teknologi utama untuk masa depan,” ujarnya.

Meski begitu bos Mitsubishi itu menegaskan bahwa pihaknya akan sangat berhati-hati, terutama dalam hal teknologi baterai, Soalnya, isu teknologi tersebut menjadi perhatian masyarakat.

Β "Jika kita membuat keputusan yang salah, sebuah perusahaan kecil seperti kami tidak akan mampu bersaing. Tapi kami harus mencapai keputusan segera,” ucapnya.

Saat ini, Mitsubishi menjadi perusahaan mobil terbesar keenam di Jepang, menjual sekitar 1,2 juta mobil dan kendaraan komersial setiap tahun. Masuko mengatakan penekanan masa depan tidak akan berada di mengejar volume, karena hal itu β€˜bisa berbahaya.

Menurutnya, Mitsubishi akan fokus pada peningkatan citra merek, serta pengelolaan harga yang sesuai antara keinginan pasar dan kualitas.

(arf/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads