Namun, harga itu dipastikan dan dijanjikan tidak akan naik lebih dari Rp 10 juta. Padahal, nilai tukar rupiah sedang melemah saat ini.
"Saya tahu dolar sedang berat. Tapi sesuai komitmen kami, kalau ada kenaikan harga BR-V tidak akan lebih dari Rp 10 juta dari yang dijanjikan," tegas Direktur Pemasaran dan Layanan Purna Jual PT Honda Prospect Motor Jonfis Fandy di fasilitas produksi Honda di Jl Mitra Utara II, Kawasan Industri Karawang Mitra, Karawang Timur, Jawa Barat, Rabu, (30/9/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami sudah janji batasnya Rp 10 juta. Kalau naik lebih dari Rp 10 juta konsumen bisa batalkan pemesaan," kata Jonfis.
Sementara itu, Jonfis mengatakan, BR-V akan menggunakan komponen lokal sebanyak 70 persen. Memang, angka itu belum pasti karena Honda masih terus mempelajarinya. Namun setidaknya angka tersebut sudah besar.
"Komponen lokal 70 persen dan memang belum final," kata Jonfis.
(rgr/ddn)












































Komentar Terbanyak
Heboh Avanza-Xpander Cs Bakal Dilarang Isi Pertalite, Pertamina Bilang Begini
Jawaban Pindad soal Prabowo Minta Desain Mobil Khusus Presiden Sapa Rakyat
BYD Luncurkan Denza N9 Flash Charge: Jarak Tempuh 1.520 Km, Ngecas Cuma 9 Menit