"Ini masalah hanya kekhawatiran kan? Kekhawatiran dari konsumen, cuma masalahnya, semua mobil sudah jadi taksi, rata-rata kan sudah ada. Kita tidak bisa lihat ke depannya berpengaruh atau tidak, sampai sekarang kita rasa sih, kita nggak bisa menolak, kita enggak mau jual pun mereka pasti beli kok,β ujar Direktur Pemasaran dan Layanan Purna Jual PT Honda Prospect Motor Jonfis Fandy di Jakarta.
"Masalahnya ke depannya, mau bebas semuanya, mobil-mobil mau jadi taksi, kita enggak tahu,β tambahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
βKita concern, kita juga hati-hati menjalankan ini, kan nanti tambah banyak, bukan cuma taksi ini aja, ada Uber datang juga,β ujarnya.
Untuk Blue Bird, Honda tidak seperti menjual mobil ke kalangan pribadi. Jika pribadi Honda langsung memberikan pelat nomor, maka untuk mobil yang dijual untuk taksi, Honda langsung menyerahkan unit mobil tanpa pelat nomor.
"Kalau yang lain kan, pajaknya dia ngurusin dulu baru keluar, kalau ini enggak dia beli saja dia urus semuanya sendiri, kita cuma menjual, kalau masalah servis dia ke kita, tapi tidak ada treatment khusus, Blue Bird juga ngerti dia sudah lihat mobilnya,β ujarnya.
Blue Bird rencananya bulan ini mengambil 100 unit Mobilio. Sampai akhir tahun jumlah itu akan meningkat minimal 4 kali lipat menjadi 400-500 unit
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Prabowo Mau Buka Pabrik Mobil di RI: Kenapa Kita Jadi Pasar Mobil Orang Lain?
BBM Shell Kosong, Bahlil: Negara Nggak Cuma Ngurus 1 Kelompok!
Sindir Mobil Gubernur Rp 8 M, Prabowo: Mobil Presiden Saja Rp 700 Juta