βMemang, faktanya, penyerap terbesar Mitsubishi Triton dalam daftar pemasaran kami adalah pulau Jawa. Mengapa demikian? Ada beberapa hal,β tutur Head of Public Relation PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (Mitsubishi Indonesia), Intan Vidiasari, di Balikpapan, Kalimantan Timur, Rabu (12/8/2015).
Pertama, kantor pusat perusahaan pertambangan, perkebunan, atau perusahaan sektor lain yang beroperasi di luar pulau Jawa, umumnya berada di Jakarta. Mereka membeli pikap Mitsubishi itu di Jakarta. βKemudian, dari Jakarta, mobil-mobil itu dikirim ke luar (pulau) Jawa,β kata Intan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
βPara pehobi itu, memang tidak banyak dibanding pasar fleet dan semi private, tetapi terus bertambah. Ini dikarenakan keunggulan yang ditawarkan Mitsubishi juga semakin bertambah, juga karena tren gaya hidup di masyarakat,β ujar Intan.
Para pehobi tersebut tak hanya mengikuti gaya hidup dinamis, macho, sekaligus merngutamakan kenyamanan. Gaya hidup seperti itu, kata Intan, iuga mewabah di berbagai negara. βDan Mitsubishi Triton terus menyuguhkan keunggulan seperti itu,β klaimnya.
Data menunjukan, penyerapan Mitsubishi Triton di pulau Jawa mencapai 39 persen. Kemudian di Sumatera sebesar 27 persen,dan Kalimantan 34 persen.
Sedangkan total populasi pikap Mitsubishi Triton di Indonesia, baik varian single cabin maupun double cabin, sejak diluncurkan pada 2002 hingga kini telah mencapai sekitar 50 ribu unit. Mereka tersebar di berbagai wilayah, tak hanya di tiga wilayah utama penyerapan, Jawa, Kalimantan, dan Sumatera. Soalnya, banyak pembeli individu yang juga membawa mobilnya ke luar wilayah tersebut.
(arf/lth)












































Komentar Terbanyak
Begini Efek Negatif Impor Mobil Pick Up 105 Ribu Unit Senilai Rp 24 T dari India
105.000 Mobil Pickup Diimpor dari India, Buat Dipakai Koperasi Merah Putih
Pick Up 4x4 India Jadi Kendaraan Operasional: Biaya Perawatan Mahal-Suku Cadang Terbatas