Seperti dilansir Financial Review, para pendukung Hachigo mengatakan, Hachigo adalah sosok yang mau mendengar orang lain dalam memcari konsensus. Dia juga telah menghabiskan separuh lebih dari usianya untuk berkarir di Honda.
Namun, pengangkatannya juga tak lepas kritikan pedas dari penentangnya yang menginginkan adanya perubahan radikal di tubuh Honda. Bagi para pengkritik itu, pengangkatan pejabat tinggi perusahaan dari kalangan internal adalah salah satu bentuk kepicikan perusahaan Jepang yang masih berlangsung hingga kini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menyusul penarikan besar-besaran mobil buatannya di sejumlah wilayah akibat airbag bermasalah, Honda juga melakukan serangkaian langkah. Selain menunda peluncuran model baru, pabrikan itu juga melakukan inspeksi yang ketat pasca produksi dari mobil buatannya.
Maklum,dari 11 pabrikan yang melakukan penarikan mobil akibat airbag Takata, Honda merupakan pabrikan yang paling banyak menarik produknya. Tak kurang dari 20 juta mobil ditarik dan tujuh orang tewas meninggal akibat airbag tersebut.
"Sebagian perusahaan pembuat produk elektronik Jepang gagal karena mempromosikan kalangan internal ke manajer puncak, saya berharap Honda tidak akan jatuh ke dalam kebiasaan yang sama," kata Kentaro Hayashi, seorang analis Tachibana Securities di Tokyo.
Hachigo, sebelumnya menjabat Managing Director Honda di sejumlah negara antara lain Amerika Serikat, Eropa, serta Tiongkok. Dia telah berkarir di Honda selama 33 tahun lebih.
Tongkat estafet dari Takanobu Ito yang menyatakan lengser pada Februari lalu, mulai dia pegang Juni ini setelah rapat para pemegang saham Honda digelar.
(arf/ddn)












































Komentar Terbanyak
Hitung-hitungan Penghasilan Ojol Usai Tarif Aplikasi Dipangkas
Honda 'Brio Listrik' Resmi Meluncur, Segini Harganya
Bye Kartu Plastik! Pakai SIM Digital Tinggal Scan Barcode di HP