Setidaknya 10 pabrikan harus menarik mobil buatannya yang dilengkapi airbag itu, sehingga totalnya mencapai 34 juta mobil. Mengapa itu bisa terjadi?
Penjelasan Takata Corporation kepada Lembaga Keselamatan Jalan Raya Nasional (NHTSA) Amerika Serikat yang dilansir USA Today, Jumat (22/5/2015) menyebut, kantung udara tersebut meledak. Karena kelembaban yang tinggi dan perubahan suhu yang berlebih di sistem kantung udara itu, telah menjadikan amonium nitrat yang bertugas sebagai propelan atau pemicu inflator (pemompa) kantung udara bereaksi berlebihan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ledakan keras itu menyebabkan komponen-komponen di inflator hancur berkeping dan melesat yang diantaranya mengenai tubuh pengemudi dan penumpang mobil. Setidaknya enam orang tewas akibat masalah ini dan 100 orang lainnya luka-luka.
Sementara, beberapa waktu lalu, New York Times melaporkan, pada 1991, Takata mulai memasarkan produk airbag ke Amerika Serikat. Saat itu, kantung udara ini menggunakan zat NaN3 atau Sodium Azide sebagai propelan inflator. Hanya, meski bisa memicu kantung udara mengembang cepat namun berbahaya bagi kesehatan manusia.
Walhasil, pada 1998 Takata menggantinya dengan CH2N4 atau Tetrazole yang terdiri dari senyawa nitrogen dan karbon. Zat itu memang tak berbahay, namun cara pembuatannya tak mudah sehingga ongkosnya pun mahal.
Lagi-lagi, dengan pertimbangan harga, Takata akhirnya menggunakan zat lain. Pada 1999 pabrikan ini meminta tim ahli ke zat amonium nitrat. Zat dengan nama kimia, NH4NO3, itu dikenal sebagai bahan dasar pembuatan pupuk bahkan campuran pembuatan bahan peledak.
Diperkirakan, sekitar 80 persen bahan peledak di Amerika Serikat menggunakan zat itu sebagai bahan campuran. Hanya, zat ini memiliki sifat tak stabil, serta mudah menyerap air.
Nah, saat digunakan pada airbag yang tertutup rapat, paduan sifat tak stabil dan mudah menyerap air itu memunculkan masalah baru yakni kelembapan. Padahal, pada udara lembab, sifat sensitif dan tak stabil zat itu muncul.
(arf/lth)












































Komentar Terbanyak
Begini Efek Negatif Impor Mobil Pick Up 105 Ribu Unit Senilai Rp 24 T dari India
Impor Pickup India Disebut Lebih Murah, Segini Harganya
105.000 Mobil Pickup Diimpor dari India, Buat Dipakai Koperasi Merah Putih