Hal itu dijelaskan oleh GM of Technical Service PT Toyota Astra Motor (TAM) Dadi Hendriadi. Menurutnya, pembagian penggerak mobil itu ditentukan berdasarkan fungsinya.
"Kalau FF (front engine front wheel drive) biasanya digunakan untuk mobil yang membutuhkan ruang kabin lebih luas. Biasanya mobil-mobil yang bentuknya lebih kompak pakai FF," jelas Dadi di acara Jouenalist Workshop di kantor pusat PT TAM, Sunter, Jakarta, Rabu (20/5/2015).
Sementara FR (front engine rear wheel drive), lanjut Dadi, biasanya digunakan untuk kendaraan yang memiliki torsi besar. Salah satunya adalah truk.
"Kenapa truk enggak ada yang pakai FF? Karena truk ketika di tanjakan, bebannya otomatis turun ke belakang. Kalau dia pakai FR terus di tanjakan nantinya dia bakalan selip. Jadi lebih ke mobil yang butuh grip belakang sih," ungkap Dadi.
Nah, kalau mid-engine, biasanya banyak ditemukan pada mobil-mobil sport. Sebab, mobil sport membutuhkan keseimbangan bobot. Keseimbangan bobot itu didukung oleh mid-engine.
"Kalau pakai FF, mobil sport akan cenderung understeer. Tapi kekurangan pakai mid-engine adalah ruang kabin jadi lebih sempit. Makanya mobil sport cuma untuk dua orang," ujar Dadi.
Lalu, apa bedanya mid engine dengan rear engine yang sering ditemukan pada mobil keluaran Eropa?
"Kalau mid engine letaknya di atas axle belakang dan cenderung mengarah ke depan. Kalau rear engine dia lebih belakang lagi. Letaknya di belakang axle belakang," jelas Dadi.
Kelebihan pakai rear engine, menurut Dadi yaitu pada luas kabinnya. Ia menjelaskan, mobil dengan rear engine memungkinkan kabin lebih luas.
(Rangga Rahadiansyah/Dadan Kuswaraharja)












































Komentar Terbanyak
Warga Ngeluh Bayar Pajak Kendaraan Dipersulit, 'Nembak' KTP Asli Rp 700 Ribu
Diborong Proyek MBG, Desain Motor Listrik Emmo Baru Didaftarkan Akhir Tahun Lalu
Spesifikasi Motor Listrik Buat Operasional MBG, Harga Mulai Rp 49 Jutaan