Untuk mewujudkannya, TMDI bakal memperbanyak jumlah diler 3S (sales, sparepart, and service) dari 16 menjadi 20 unit.
"Kami tidak mematok target volume karena pertumbuhan Tata yang mulai hadir di Indonesia 2012 lalu selalu meyakinkann" papar Presiden Direktur TMDI, Biswadev Sengupta, di Jakarta, Kamis (7/5/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dua subsektor bisnis tersebut selama ini telah menyerap banyak kendaraan besutan pabrikan asal India tersebut.
"Sebanyak 16 diler 3S yang sudah ada saat ini juga berada di tiga wilayah itu. Selain diler kami juga mempunyai 60 outlet 2S yakni melayani penjualan sparepart dan servis. Dengan demikian soal layanan purna jual tak perlu dikhawatirkan," papar Biswadev.
Sementara itu, Public Relation Manager TMDI, Kiki Fajar menambahkan, penguatan layanan purna jual dengan banyaknya outlet yang disebut Tata Certified Workshop itu merupakan salah satu strategi TMDI dalam memperkuat citra merek dan awareness merek Tata di masyarakat.
"Sebab, kalau bicara soal brand, itu intinya tak lepas dari kualitas. Kualitas produk dan layanan, kulitas produk kami terbukti di lapangan, dan layanan itu yang ingin kami buktikan," ucapnya.
Strategi ini terbukti ampuh. Data berbicara sejak September 2013 hingga kuartal pertama 2015 ini TMDI telah berhasil melego 1.400 unit mobil Tata. "Ini fakta. Dan kami secara pasti terus melakukan penetrasi yang bagi orang lain masih belum menjadi fokus, salah satunya sektor perkebunan, ritel, dan UKM," imbuhnya.
(arf/lth)











































Komentar Terbanyak
Heboh Konten Kreator Rekam Usher GIIAS, Diminta Take Down Ngarep Ganti Rugi
Pernyataan BYD Soal Seal Terbakar di Cikampek
Respons Purbaya Dengar Harga Honda Super One: Mahal Juga!