Namun, keterlibatan itu juga bertujuan untuk mengembangkan dan memasyaratkan merek Volvo di Tanah Air, bukan sebaliknya.
βKalau memang benar seperti itu, ada pihak yang berminat, kami fine-fine saja. Tapi, jika keterlibatan itu juga dibarengi komitmen untuk mengembangkan merek Volvo. Kami tentu akan senang,β tutur Chief Executive Officer IAR, Andrew Hartono, saat dihubungi detikOto, di Jakarta, Kamis (7/5/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
βSejalan dengan tawaran model baru, semua pabrikan juga terus meningkatkan brand awareness. Sementara, kegiatan ini membutuhkan ongkos yang mahal. Jadi, kalau ada pihak lain yang juga berminat untuk lebih mengembangkan brand Volvo, tentu status kami juga senang,β paparnya.
Meski begitu, Andrew memastikan bahwa pihaknya hingga saat ini belum pernah dihubungi atau didekati oleh pihak-pihak yang berniat untuk ikut memasarkan Volvo di Indonesia. Begitu pun oleh prinsipal Volvo di Swedia.
Dia juga menegaskan, jika ada pihak yang ingin memasarkan mobil itu, bukan berarri pihaknya akan undur diri dan lengser. IAR, kata dia, tetap akan mempertahankan statusnya sebagai agen pemegang merek dan importir resmi mobil Volvo di Indonesia.
βDan sampai detik ini, belum ada pemberitahuan dari prinsipal soal kerjasama yang telah kita bangun selama ini. Juga belum ada pihak-pihak yang mendekati kami untuk membicarakan itu (niatan ikut memasarkan Volvo),β imbuhnya.
(arf/lth)












































Komentar Terbanyak
Warga Ngeluh Bayar Pajak Kendaraan Dipersulit, 'Nembak' KTP Asli Rp 700 Ribu
Diborong Proyek MBG, Desain Motor Listrik Emmo Baru Didaftarkan Akhir Tahun Lalu
Spesifikasi Motor Listrik Buat Operasional MBG, Harga Mulai Rp 49 Jutaan