Meski dengan segala keterbatasan, mahasiswa di Yogyakarta mampu membuat karya yang bisa bersaing di ajang internasional. Mereka adalah para mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) yang tergabung dalam Garuda UNY Racing Team (GURT).
Tim mobil ini akan mengikuti kompetisi International Student Green Car Competition (ISGCC) di Korea Selatan. Satu tim lagi bakal mengikuti kompetisi di Jepang di ajang 2015 Formula Student Japan.
Tim ini pada tahun 2014 lalu berhasil meraih kemenangan sebagai 1st Winner Acceleration dan 1st Winner Endurance untuk kategori mobil hybrid di ajang ISGCC Korea Selatan. Sementara kompetisi di Jepang, baru pertama kali diikutinya untuk tahun ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Delegasi tim untuk Korea Selatan, Yusuf Mulyadi mengatakan, tahun ini tim mobil UNY akan berlaga di 2015 ISGCC dengan menandingkan mobil hybrid yang dinamai H15 yang merupakan mobil hybrid pertama di Indonesia. Mobil hybrid ini menggunakan mesin bensin 15 HP, electric motor BLDC type 8 kW with electric transmission, tipe hybrid seri-paralel hybrid, bahan body menggunakan carbon fiber, bahan rangka menggunakan 204 steel.
Tercatat ada 9 creative technology pada mobil ini yaitu, quick release steering wheel, LCD on steering wheel, double A with pushrod suspension, smart diagnose, BLDC generator, electric turbo charge, double boost power, electric transmission dan mini differential.
"Kami sudah siap untuk mengikuti kompetisi. Mobil ini sudah mengalami penyempurnaan, untuk bisa meraih juara di ajang tersebut," kata Yusuf di kampus UNY, Yogyakarta, Sabtu(2/5/2015).
Sementara delegasi tim ke Jepang, Bondan Prakoso mengatakan, Student Formula Jepang (SFJ) merupakan kompetisi pembuatan mobil formula kelas mahasiswa tingkat dunia. Kompetisi ini diikuti oleh mahasiswa-mahasiswa dari berbagai Negara di dunia, seperti Jepang, India, Austria, Filipina, Korea Selatan, Tiongkok, Taiwan dan Thailand. Tercatat sejumlah 80 tim akan berlaga dalam kategori Internal Combustion Vehicle (ICV).
"Yang paling berat pesaingnya dari Austria, karena spesifikasi bahan dan komponen mudah mereka dapat. Di kita sudah gunakan 90 persen komponen lokal dan 10 persen impor karena memang tidak ada di Indonesia," kata Bondan.
Kompetisi mobil formula ini tidak hanya berfokus pada performa mobil, tetapi juga strategi marketing, perencanaan, desain, produksi dan biaya pembuatan mobil.
(rgr/ddn)












































Komentar Terbanyak
Awas Kaget! Segini Pajak BYD Atto 1 Bila Tak Lagi Dapat Insentif
Naik Gila-gilaan! Intip Perbandingan Harga BBM RON 98 di RI Vs Negara ASEAN
Nasib! Harga BBM Naik, Mobil Listrik Malah Nggak Gratis Pajak Lagi