Seperti diwartakan Autoblog dan Telegraph, Selasa (28/4/2015), Jeremy Clarkson dan kru Top Gear tahun lalu melakukan perjalanan di Argentina Selatan dengan menggunakan mobil Porsche. Masalahnya, mobil itu menggunakan pelat nomor H982 FKL.
Beberapa warga setempat yang memergoki mobil itu dan melihat nomor, langsung meradang. Maklum angka 982 adalah bulan dan tahun terjadinya peperangan antara Argentina dengan Inggris pada 1982. Adapun huruf FKL dianggap sebagai singkatan dari Falkland yakni pulau yang disengketakan antara Inggris dengan Argentina, yang berada di kepulauan Malvinas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mereka bertambah geram saat melihat mobil Lotus berpelat nomor 646 yang ditunggangi tim lainnya. Nomor itu dianggap sebagai sindiran atas jumlah tentara Argentina yang tewas pada perang itu. Lagi-lagi angka itu hanya sebuah penilaian sepihak. Tentara Argentina yang tewas mencapai 649 orang, bukan yang tergambar di pelat itu.
Akibatnya, rombongan yang tengah melakukan perjalanan dalam rangka perayaan Natal itu diminta segera hengkang dari Argentina. Rakyat pun sudah siap-siap melakukan demo besar-besaran agar mereka cabut dari negaranya.
Sejatinya Jeremy Clarkson telah memberikan penjelasan soal pelat nomor itu. Dia menyebut hal itu hanya sebuah kebetulan dan insiden belaka, sehingga patut disayangkan. Namun peristiwa itu seolah lenyap tanpa penyelesaian pasti.
Kini, seorang hakim lokal, Maria Cristina Barrionuevo, dalam putusannya menolak pembelaan Clarkson. Bahkan dalam putusannya dia menyebut, tindakan mantan produser Top Gear dan kawan-kawan sebagai aksi arogan dan tidak sopan.
Dia juga dinilai telah memicu kontroversi dan memancing emosi penduduk setempat. Jadi akankah Clarkson dan perusahaan tempat dulu dia bekerja akan diekstradisi ke Argentina untuk menjalani hukuman?
Tidak ada yang bisa persis menjawab. Soalnya, sang hakim sendiri tidak merujuk pada suatu aturan tertentu yang membuktikan Clarkson dan timnya telah memprovokasi reaksi publik dan pelat nomornya telah melanggar suatu aturan.
Sementara itu, jaksa stempat, Daniel Curtale telah merminta hakim Cristina Barrionuevo untuk membuka penyeldikan tuduhan kriminal atas pemalsuan pelat nomor seperti yang diduga. Namun sang hakim menolak permintaan itu dengan alasan untuk mencegah konflik.
Dia tetap bersikukuh bahwa tindakan tim Top Gear itu sombong dan tidak sopan. Mereka beritikad buruk, karena mengganti pelat setelah mendapatkan tekanan keras dari pemerintah dan masyarakat setempat. Melihat putusan seperti itu, jaksa menyatakan akan melakukan banding.
Menannggapi isu pemalsuan pelat nomor itu, jurubicara BBC mengatakan pihak Top Gear telah membeli tiga mobil berikut aksesorisnya untuk mendukung acara tersebut. Sedangkan pelat nomor itu dipilih karena bagus. Dia juga tegas-tegas menolak dugaan bahwa tim itu telah mengganti pelat nomor asli dengan pelat lain.
(arf/rgr)











































Komentar Terbanyak
Heboh Konten Kreator Rekam Usher GIIAS, Diminta Take Down Ngarep Ganti Rugi
Penjelasan Polisi soal Alphard yang Terobos Zebra Cross di HI Nunggak Pajak
Pernyataan BYD Soal Seal Terbakar di Cikampek