"Pajak mobil hybrid di Indonesia kan dikenakan pada dua mesin (yakni mesin konvensional dan motor listrik yang diusung mobil hybrid). Padahal di luar negeri, justru diberikan insentif, disini malah dipajakin dua kali," tutur Product Planning Expert PT Mazda Motor Indonesia (MMI) Bonar Pakpahan di sela-sela acara All New Mazda2 E-Halt Challenge One Tank for Three Islands di Karangasem, Bali.
Menurutnya, kondisi di Indonesia berkebalikan dengan di negara-negara maju yang pemerintahnya justru memberi insentif bagi mobil hybrid. Akibatnya, harga mobil di Indonesia selangit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Walhasil, harga yang harus dibayar pembeli pun lebih murah. Namun, karena di Indonesia tak seperti itu, maka Mazda Indonesia tak berminat memasarkan varian berteknologi hybrid.
(ady/arf)












































Komentar Terbanyak
Resmi Turun, Ini Harga BBM Se-Indonesia Juli 2026
Bahlil: Harga BBM Baru Naik 3 Minggu, Masa Udah Ditanya Kapan Turun
Insentif Kendaraan Listrik Molor lagi, Ini Alasan Menkeu Purbaya