βSaya melihat Indonesia memiliki pasar yang sangat besar. Jumlah penduduk yang besar ditopang oleh perekenomian yang bagus adalah potensi yang luar biasa. Jumlah mobil juga terus bertambah. Apalagi banyak resources ekonomi di sini,β papar Shida kepada detikOto, di Jakarta, kemarin malam.
Menurutnya, masyarakat Indonesia khususnya pengguna kendaraan bermotor telah memilikim kesadaran yang tinggi betapa pentingnya arti ban bagi keamanan dan kenyamanan berkendara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan fakta seperti itu, Shida mengaku yakin jika ban-ban produksinya bakal semain terserap pasar. Terlebih, ban yang dibuat pabrikan asal Jepang, memiliki keunggulan teknologi yang khas.
Dia menyebut, jika saat ini penjualan kendaraan bermotor roda empat atau lebih akan stagnan atau bahkan menurun dibanding tahun-tahun seberlumnya, adalah sesuatu yang wajar.
βSaya kira tidak hanya di Indonesia saja yang mengalami seperti itu. Di negara lain pun pasang surut penjualan mobil juga pernah terjadi. Ini kondisi yang normal saja, dinamika sebuah perekonomian,β ucapnya.
Shida optimis kondisi pasar kendaraan bermotor Indonesia bakal cepat pulih. Pasalnya, fundamental perekonomian Indonesia juga kuat. Daya beli juga cukup kuat, hanya mungkin calon pembeli saat ini masih memiliki skala prioritas lain.
Sebelumnya Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia memperkirakan penjualan mobil tahun ini tak akan beranjak dari tahun lalu. Diperkirakan penjualan tetap berada di angka 1,2 juta unit.
(arf/arf)












































Komentar Terbanyak
Resmi Turun, Ini Harga BBM Se-Indonesia Juli 2026
Insentif Kendaraan Listrik Molor lagi, Ini Alasan Menkeu Purbaya
Bahlil: Harga BBM Baru Naik 3 Minggu, Masa Udah Ditanya Kapan Turun