Selain alasan tersebut, GM juga terpaksa menutup pabrik itu karena berkurangnya potensi dalam pemanfaatan keberadaan pemasok dalam negeri. Sebab, skala produksi MPV itu terbatas.
Namun, Menteri Perindustrian Republik Indonesia, Saleh Husin menyatakan, kemungkinan besar MPV Chevrolet Spin kalah bersaing dengan MPV dar merek lain.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tapi, itu hanyalah prediksi dari Saleh. Untuk memastikannya, Saleh akan mengundang GM Indonesia untuk melakukan diskusi terkait penyebab rencana penutupan pabrik ini.
"Itu (alasannya) yang akan kami cek lagi," ujarnya.
Mengutip data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia. Pada tahun 2014 lalu, penjualan Spin memang tidak semoncer mobil Low MPV lainnya.
Spin total terjual 7.475 unit sepanjang 2014, kalah jauh dengan mobil MPV buatan Jepang seperti Avanza yang terjual 162.070 unit, Honda Mobilio 79.288.
Data penjualan mobil Low MPV:
- Avanza 162.070 unit
- Honda Mobilio 79.288 unit
- Suzuki Ertiga 47.015
- Daihatsu Xenia 46.710 unit
- Suzuki APV 10.667 unit
- Daihatsu Luxio 4.304 unit
- Chevrolet Spin 7.475 unt
- Nissan Evalia 2.945 unit












































Komentar Terbanyak
Tukang Tambal Ban Pungut Pelat Nomor Terbawa Banjir, Minta Tebusan Rp 50 Ribu
Lawan Arah di Malaysia Didenda Rp 60 Juta, di Indonesia Cuma Rp 500 Ribu
Pengendara Singapura Banyak yang Mau Balik Beli Mobil Bensin