Seperti dilansir Automotivenews, Minggu (15/2/2015), Chief Executive Officer Honda, Takanobu Ito mengatakan, Honda juga tidak menetapkan target penjualan jangka menengah.
Bahkan, Honda telah memangkas proyeksi keuntungan bisnis untuk kedua kalinya dalam beberapa bulan setelah aksi penarikan besar-besar mobil karena airbag buatan Takata Corporation yang diapasang di mobil buatannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tahun lalu, pabrikan ini menarik 5,4 juta unit mobil di Amerika Serikat karena masalah airbag Takata. Masalah pada airbag Takata itu mengakibatkan sembilan pabrikan melakukan penarikan mobil secara besar-besaran.
Dan khusus Honda, harus membayar denda sebesar US$ 70 juta atau sekitar Rp 861 miliar karena dianggap lalai tak melaporkan 1.700 ke,matian dan cidera kepada pihak berwenang selama 11 tahun.
(arf/arf)












































Komentar Terbanyak
Pemerintah Ancam Cabut Izin Gojek-Grab Andai Tak Patuhi Komisi 8%
Pemilik Kendaraan yang Belum Bayar Pajak Didatangi Petugas Samsat
Viral Pengemudi Calya Ngamuk, Patahkan Spion-Wiper Mini Cooper