Menurut Ketua IV Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Rizwan Alamsjah, sebelumnya Indonesia juga memiliki truk nasional bernama Perkasa. Namun, produk Perkasa itu tidak disambut baik oleh konsumen di Indonesia.
"Dulu kan pernah buat truk mobnas, apa itu Perkasa. Tapi itu tidak jalan. Karena tidak ada yang beli," ujar Rizwan di sela acara Fuso Annual Media Gathering 2015 di Kantor Pusat PT KTB, Pulomas, Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pembuatan pabrik di Indonesia tidak masalah. Yang mentukan itu bukan si pembuat, tapi itu pembelinya. Itu inti permasalahannya, kita ingin membuat rencana apapun akhirnya yang menentukan hidup-mati adalah pembeli bukan kita (produsen)," lanjut Rizwan.
Namun, Rizwan tidak bisa berkomentar apakah mobil nasional bertahan atau tidak. Tapi, yang harus diperhatikan adalah fungsi dari mobil nasional itu agar bisa diterima di pasar.
"Saya tidak bisa berkomentar itu bisa bertahan atau tidak, tapi klao mau buat silakan saja. Tapi mereka harus berpikir untuk membuat fungsional yang baik jangan hanya niat saja, nanti sudah invest tapi tdk jalan jadi repot," bebernya.
(rgr/ady)












































Komentar Terbanyak
Biaya Tes Psikologi SIM Online Naik, Sekarang Jadi Segini
Baru Jual 1 Mobil, Polytron Sudah Ungguli Merek Jepang-China Ini di Indonesia
Intip Garasi Kakanwil Pajak Jakarta Utara yang Dicopot Purbaya