Jumat, 16 Jan 2015 15:00 WIB

PGN Siap Perbanyak Dispenser BBG di SPBG

- detikOto
Jakarta - Selama ini, penggunaan bahan bakar gas (BBG) di Indonesia terkendala oleh terbatasnya Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG). Bahkan, pengguna kendaraan yang mengonsumsi BBG merasakan SPBG yang ada di Jakarta masih didominasi oleh bus-bus transJakarta.

Karenanya, antrean di SPBG Jakarta menjadi panjang akibat pengisian BBG TransJakarta yang memakan waktu lama. Sebab, bus transJakarta memiliki kapasitas pengangkutan BBG yang cukup besar.

Untuk mengurangi antrean panjang itu, PT Perusahaan Gas Negara (PGN) bakal menambah jumlah dispenser dalam satu SPBG. Sebab, satu SPBG di Jakarta saat ini hanya memiliki dua buah dispenser.

"Ya berati harus diperbanyak dispensernya. Satu SPBG punya dispenser dua rata-rata," kata Vice President Corporate Communication PT Perusahaan Gas Negara (PGN), Ridha Ababil di sela acara test drive mobil BBG di Jakarta.

Ridha menjanjikan, jika permintaan BBG semakin meningkat, jumlah dispenser itu akan ditambah. Tapi, sampai saat ini Ridaj menyediakan dua sampai tiga dispenser dalam satu SPBG karena permintaannya yang masih kecil.

"Semakin kebutuhannya banyak, semakin kita tambah biasanya kita cadangkan sampai enam. tapi selama ini kita sediakan tiga dulu, kalau semakin banyak antreannya semakin kita tambah. Kan kita tidak mungkin langsung enam kalau kosong semua," beber Ridha.

Sementara itu, kendala pembangunan SPBG saat ini adalah keterbatasan lahan. Sebab, lahan kosong yang dilalui pipa gas di Indonesia masih sedikit.

Namun, menurut Ridha, untuk membangun satu buah SPBG, pihaknya perlu menggelontorkan dana Rp 15 sampai 20 miliar. Namun, biaya itu di luar pembelian lahan.

"Biaya pembuatan satu SPBG itu kemarin antara Rp 15-20 miliar. Tapi itu di luar tanah. Karena harga tanah berbeda," ujarnya.



(rgr/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com