Daya beli masyarakat pun mengendur, Hasilnya pabrik tetap produksi namun permintaan terus berkurang. Meski banyak faktor negatif, pabrikan mobil menjamin kalau mereka tetap akan menjaga karyawannya. Saat ini mereka belum berencana melakukan pemutusan hubungan kerja.
Β
"Ada pengurangan karyawan? Sementara sih tidak. Mereka kan juga sudah lihat angka yang sama. Jadi ngelihat. Kalau tahun depan sama dengan tahun ini tetap produksi seperti sekarang," ucap Ketua Umum Gaikindo Sudirman MR di sela-sela peresmian 9 outlet terpadu Daihatsu di Kelapa Gading, Jakarta.
"Paling yang dikurangi hanya jam kerjanya saja, yang tadinya ada overtime kemungkinan kalau masih seperti ini tidak ada overtime lagi," tambahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami optimistis. Kami sih melihatnya di 2015 penjualan masih akan sama seperti di 2014. Dan di 2016 akan kembali tumbuh mungkin bisa sentuh mencapai 1,3 juta unit kendaraan," katanya.
Tapi apa jaminannya ya Otolovers? "Makanya kami menunggu. Pemerintah kan sekarang bilang pertumbuhan ekonomi akan tumbuh mencapai 5,8 persen. Bank Dunia bilang 5,2 persen, kita ambil tengahnya pertumbuhan akan tumbuh di di 5,5 persen," ucapnya.
"Kalau itu tumbuh (5,5 persen) daya beli akan naik. Tapi akan terrefleksi di 2016," tambahnya.
(lth/ddn)












































Komentar Terbanyak
Prabowo Mau Buka Pabrik Mobil di RI: Kenapa Kita Jadi Pasar Mobil Orang Lain?
BBM Shell Kosong, Bahlil: Negara Nggak Cuma Ngurus 1 Kelompok!
Viral Istri Ketinggalan di Rest Area saat Mudik, Diantar Polisi Naik Moge