Toyota Siap Beralih ke Mobil Berenergi Alternatif

Toyota Siap Beralih ke Mobil Berenergi Alternatif

- detikOto
Senin, 01 Des 2014 09:38 WIB
Toyota Siap Beralih ke Mobil Berenergi Alternatif
Jakarta - Pelaku industri menyambut positif kebijakan pemerintah untuk secepatnya mendorong penggunaan energi alternatif, termasuk di sektor transportasi.

Pemerintah mendorong penggunaan energi alternatif seperti gas alam dan biodiesel untuk sektor tranportasi. Tidak hanya untuk mendukung program lingkungan hidup, langkah ini juga untuk mengurangi beban subsidi BBM.

Sebagai produsen mobil di Indonesia, Toyota pun siap mendukung langkah pemerintah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami siap mendukung, karena kebijakan itu juga searah dengan pengembangan produk yang terus dilakukan pelaku industri otomotif yaitu mengembangkan kendaraan berbahan bakar alternatif," kata Wakil Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Warih Andang Tjahjono di Jakarta.

Menkeu Bambang Brodjonegoro dalam acara Partnership for Solution Workshop yang diselenggarakan UN-Sustainable Development Solution Network (lembaga di bawah PBB) di Jakarta Rabu lalu (26/11/2014) menyebutkan, salah satu tantangan pemerintah ke depan adalah menjaga sustainability fiscal atau APBN.

Untuk itu pemerintah perlu mengurangi biaya subsidi. Salah satu upayanya adalah mendorong pengalihan sumber energi ke gas dan biodiesel yang harganya bisa lebih rendah dan terjangkau masyarakat kebanyakan sehingga tidak memerlukan subsidi.

Menkeu pun menargetkan dalam 3 tahun ke depan, transportasi di Jakarta sudah menggunakan bahan bakar gas.

Sebagai gambaran, saat ini harga Bahan Bakar Gas (BBG) tanpa subsidi hanya sekitar Rp 4.500 per liter dibandingkan harga premium dan solar yang sudah mendapat subsisi masing-masing Rp 8.500 dan Rp 7.500 per liter.

Menurut Warih, kalangan industri otomotif termasuk Toyota sudah berupaya untuk mengembangkan berbagai teknologi kendaraan yang tidak lagi terlalu tergantung pada bahan bakar fosil atau premium dan solar. Salah satunya dengan mengembangkan kendaraan hybrid seperti Toyota Prius yang telah berhasil terjual di atas 5 juta unit di seluruh dunia.

Toyota juga telah berhasil mengembangkan kendaraan berbahan bakar hydrogen atau dikenal Fuel Cell Vehicle (FCV) yang siap diluncurkan ke pasar komersial pada 2015 nanti.

"Di Indonesia sendiri, Toyota juga tengah mengembangkan kendaraan yang bisa menggunakan bahan bakar gas atau Compress Natural Gas (CNG) seperti Toyota Limo yang masih dalam bentuk prototype yang pernah kami tampilkan saat pameran MP3I beberapa bulan lalu”, kata Warih.

Toyota Indonesia juga telah memproduksi memproduksi mesin ethanol. Mesin ini telah diekspor ke Argentina sebanyak kurang lebih 600 unit per bulan untuk dirakit menjadi kendaraan model Toyota Hilux yang akan dipasarkan di Brazil.

"Secara kompetensi dan kesiapan, Toyota Indonesia telah mampu memproduksi produk dengan basis bahan bakar alternatif," ujar Warih.

Warih mengatakan, pada prinsipnya pelaku industri otomotif, termasuk Toyota, tengah berupaya keras mengembangkan berbagai teknologi yang mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil dan ramah lingkungan.

"Mengembangkan teknologi kendaraan berbahan bakar alternatif dan ramah lingkungan yang salah satu tujuan utama Toyota dan merupakan bagian dari tanggung jawab untuk menjaga kelestarian bumi ini, termasuk di Indonesia," ujar Warih dalam siaran pers, Senin (1/12/2014).

(ddn/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads