Senior Marketing Manager PT Mazda Motor Indonesia Astrid Ariani Wijana menjelaskan, pihaknya selalu mengedukasi konsumennya agar menggunakan bahan bakar nonsubsisi. Jadi jika pemerintah akan memberlakukan peraturan itu, tidak akan masalah bagi konsumen mobil Mazda.
"Mudah-mudahan tidak terlalu terpengaruh, karena sudah diedukasikan untuk tidak menggunakan bahan bakar subsidi," kata Astrid usai acara Press Conference Mazda Young & Vibrant Designers di Jakarta Fashion Week 2015 di Atrium Senayan City, Kamis (6/11/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kondisi perekonomian jelas akan berpengaruh jika BBM naik. Untuk otomotif dampaknya akan terasa 1 hingga 2 bulan setelah kebijakan itu dijalankan. Tapi mudah-mudahan masyarakat Indonesia bisa cepat beradaptasi," lugasnya.
(ady/lth)











































Komentar Terbanyak
Penjelasan Polisi soal Alphard yang Terobos Zebra Cross di HI Nunggak Pajak
Wujud Mobil Keciduk Isi BBM Subsidi Berulang dalam Sehari, Pakai QR Code Beda-beda
Usulan Biar Pemprov DKI Tetap Dapat Pemasukan meski Pajak EV Rp 0