Tiap Tahun 3.000 Lulusan SMK Kerjanya di Daihatsu

Tiap Tahun 3.000 Lulusan SMK Kerjanya di Daihatsu

- detikOto
Senin, 25 Agu 2014 18:19 WIB
Tiap Tahun 3.000 Lulusan SMK Kerjanya di Daihatsu
Jakarta - Sebagai tenaga kerja yang sudah cukup matang, lulusan Sekolah Menengah Kejuruan diserap oleh produsen otomotif, seperti Daihatsu. Tiap tahun setidaknya mereka merekrut 3.000 lulusan SMK.

"Saat ini kurang lebih ada 11.800 pekerja yang bekerja di pabrik kami. Dan setiap tahunnya 3.000 siswa SMK kami pekerjakan," ujar Direktur Marketing PT Astra Daihatsu Motor, Amelia Tjandra di Jakarta, Senin (25/8/2014).

Ini juga yang menjadi alasan mengapa Daihatsu terus membina SMK agar menyiapkan tenaga yang handal. "Kami tidak memaksakan untuk setiap sekolah untuk menjadi sekolah binaan Daihatsu. Sehingga setiap tahunnya kami tidak menargetkan berapa penambahan program sekolah binaan Daihatsu ini," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tidak kurang saat ini Daihatsu memiliki 74 SMK binaan. Diharapkan setiap sekolah binaan Daihatsu, bisa melahirkan teknisi terbaik yang siap pakai di dunia kerja.

"Jadi itu harapan kami. Dan d isaat kami sudah memberikan pelatihan, memberikan unit test, tetapi setelah lulus ingin bekerja di tempat lain ya tidak apa-apa," kata Amelia.

Daihatsu pun menginginkan, menjelang pelaksanaan ASEAN Free Trade nanti pada 2015, tenaga kerja Indonesia bisa bersaing dengan warga negara lain.

"Kita harus mengejar soft skill dan hard skill dari para siswa SMK, karena kenyataannya meski training lama kecelakaan kerap terjadi. Oleh sebab itu Daihatsu menciptakan kurikulum bersama dunia pendidikan Indonesia (para guru) agar para teknisi kita siap ke dunia kerja. Dan kami juga memberikan pelatihan kepada para guru," kata Div Head HRD PT Astra Daihatsu Motor, Joko Baroto, di Jakarta, senin (25/8/2014).

Dan diharapkan adanya kurikulum atau SMK Binaan Daihatsu, Daihatsu bisa lebih mudah mendapatkan pekerja yang memiliki mutu tinggi.

"Setiap kami melakukan test terhadap 7 mekanik hanya 1 mekanik yang diterima (sesuai standar Daihatsu). Atau setiap industri di Indonesia itu mengetes, ternyata hanya ada 12 persen siswa SMK yang lulus," tambahnya.

Bahkan Amelia Tjandra, mengatakan tidak menutup kemungkinan untuk Daihatsu di Indonesia mempekerjakan pekerja dari luar negeri. "Tidak menutup kemungkinan seperti itu (mempekerjakan orang asing)," tambah Amelia.

(ddn/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads