Seperti telah banyak detikOto beritakan, gelombang penarikan kembali atau recall telah menghantui banyak produsen mobil. Hal ini dikarenakan adanya masalah pada airbag buatan Takata yang banyak digunakan oleh produsen.
Airbag Takata itu dikhawatirkan tidak mengembang ketika terjadi kecelakaan atau malah sebaliknya, mengembang ketika tidak terjadi kecelakaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Total Takata harus menarik 6.470.000 unit secara global akibat masalah airbag di tahun ini saja.
Akibat penarikan-penarikan kembali yang massif ini, Takata Corp, sang pembuat airbag pun harus merugi hingga 24 miliar yen atau sekitar Rp 2,78 triliun di kuartal pertama tahun fiskal 2014-2015 ini.
Padahal sebelum adanya gelombang recall tadi, Takata diprediksi bakal untung hingga 16 miliar yen atau sekitar Rp 1,8 triliun.
Tapi analis yakin kalau Takata bakal mampu bertahan didera masalah ini. "Mereka akan bertahan hidup," kata Scott Upham, presiden dari Valient Automotive Market Research di Rochester.
(syu/ikh)












































Komentar Terbanyak
Wacana KDM Hapus Pajak Kendaraan-Diganti Jalan Berbayar: Biar Adil
Jawaban Pindad soal Prabowo Minta Desain Mobil Khusus Presiden Sapa Rakyat
Kapan Potongan Ojol 8% Mulai Berlaku?