Presiden Direktur PT Tata Motors Distribusi Indonesia (TMDI) Biswadev Sengupta di Jakarta, menjelaskan bahwa penolakan terjadi karena mereka mengakui belum menyiapkan aftersales di daerah tersebut.
Soalnya, penjualan mobil Tata Motors harus berdasarkan kesiapan aftersales di daerah yang dituju. Hal ini untuk mengurangi kekecewaan konsumen ketika terjadi masalah pada kendaraan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia memaparkan target Tata Motors adalah membangun jaringan mulai di Jakarta, Jawa, Bali, Sumatera dan Kalimantan hingga daerah lainnya sehingga Tata Motors kuat dari segi aftersales. Tersebarnya jaringan servis resmi maka akan memperkuat citra Tata Motors. Dan konsumen merasa nyaman memiliki kendaraan asal India Tata Motors.
"Sekarang adalah membangun citra merek sembari membangun jaringan diler 3S (sales, service, spare part) secara merata di Indonesia," aku Biswadev.
(ikh/ddn)











































Komentar Terbanyak
Penjelasan Polisi soal Alphard yang Terobos Zebra Cross di HI Nunggak Pajak
Wujud Mobil Keciduk Isi BBM Subsidi Berulang dalam Sehari, Pakai QR Code Beda-beda
Usulan Biar Pemprov DKI Tetap Dapat Pemasukan meski Pajak EV Rp 0