Nah kali ini detikOto coba merangkum satu persatu bagaimana tanggapan pengguna LCGC di tengah masyarakat. Mau tahu bagaimana, yuk kita simak yang berikut ini.
|
|
1. Mengganti mobil LCGC
|
|
Kemungkinan tidak sedikit, para pengendara LCGC akan memilih untuk mengganti mobil LCGC mereka, dengan mobil lainnya (Non-LCGC).
"Jadi buat apa melahirkan mesin kecil (1.000 cc untuk kendaraan LCGC-Red)? Terus kenapa ada mobil murah? Bukannya semuanya agar lebih irit," kata Ane (30) pemilik kendaraan Daihatsu Ayla.
"Bagaimana dengan mobil lainnya seperti Avanza dan semuanya? Mereka boleh menggunakan BBM premium?" tambah Ane.
Tanpa banyak basa-basi, seandainya mobil LCGC tidak boleh meminum BBM premium dirinya pun akan ganti mobil saja. "Kalau seandainya sudah diberlakukan, ya lebih baik saya mengganti mobil," ujarnya.
1. Mengganti mobil LCGC
|
|
Kemungkinan tidak sedikit, para pengendara LCGC akan memilih untuk mengganti mobil LCGC mereka, dengan mobil lainnya (Non-LCGC).
"Jadi buat apa melahirkan mesin kecil (1.000 cc untuk kendaraan LCGC-Red)? Terus kenapa ada mobil murah? Bukannya semuanya agar lebih irit," kata Ane (30) pemilik kendaraan Daihatsu Ayla.
"Bagaimana dengan mobil lainnya seperti Avanza dan semuanya? Mereka boleh menggunakan BBM premium?" tambah Ane.
Tanpa banyak basa-basi, seandainya mobil LCGC tidak boleh meminum BBM premium dirinya pun akan ganti mobil saja. "Kalau seandainya sudah diberlakukan, ya lebih baik saya mengganti mobil," ujarnya.
2. Harusnya Pertamax untuk Kendaraan 2.000 cc keatas
|
|
"Sebenarnya untuk LCGC kan ini hanya 1.000 cc, jangan dulu lah," Agung (38) pemilik Karimun Wagon R.
"Harusnya untuk mesin 2.000 cc, karena pemilik mobil 2.000 cc pasti lebih mampu (finansial-Red). Karena kalau untuk Saya, membeli mobil ini bukan untuk kerja atau dipakai keseharian, tapi kita beli buat hari minggu saja bersama keluarga. Kalau masalah boros konsumsi BBM-nya, inikan 1.000 cc jadi bukan masalah karena pasti lebih irit," tambah Agung.
2. Harusnya Pertamax untuk Kendaraan 2.000 cc keatas
|
|
"Sebenarnya untuk LCGC kan ini hanya 1.000 cc, jangan dulu lah," Agung (38) pemilik Karimun Wagon R.
"Harusnya untuk mesin 2.000 cc, karena pemilik mobil 2.000 cc pasti lebih mampu (finansial-Red). Karena kalau untuk Saya, membeli mobil ini bukan untuk kerja atau dipakai keseharian, tapi kita beli buat hari minggu saja bersama keluarga. Kalau masalah boros konsumsi BBM-nya, inikan 1.000 cc jadi bukan masalah karena pasti lebih irit," tambah Agung.
3. Hilangkan besin subsidi untuk mobil
|
|
"Saya kurang setuju, karena ini termasuk mobil murah. Dan kalau pemakaian harus bensin pertamax jelas ini memberatkan. Padahal banyak mobil yang lebih mahal menggunakan premium, kenapa mobil LCGC tidak boleh? Kalau mau semua mobil pribadi dilarang mengkonsumsi premium, biar sama rata," Roy (40).
Karena menurut pengguna LCGC, pemerintah tidak mengatur penggunaan BBM subsidi untuk kendaraan diluar LCGC. Sehingga lebih baik mengharamkan BBM subsidi untuk seluruh mobil yang beredar.
3. Hilangkan besin subsidi untuk mobil
|
|
"Saya kurang setuju, karena ini termasuk mobil murah. Dan kalau pemakaian harus bensin pertamax jelas ini memberatkan. Padahal banyak mobil yang lebih mahal menggunakan premium, kenapa mobil LCGC tidak boleh? Kalau mau semua mobil pribadi dilarang mengkonsumsi premium, biar sama rata," Roy (40).
Karena menurut pengguna LCGC, pemerintah tidak mengatur penggunaan BBM subsidi untuk kendaraan diluar LCGC. Sehingga lebih baik mengharamkan BBM subsidi untuk seluruh mobil yang beredar.
4. LCGC berubah arti
|
|
"Kalau tidak boleh menggunakan premium BBM subsidi, ini tidak bisa disebut lagi sebagai Low Cost and Green Car (LCGC)," kata Donny pengguna Wagon R kepada detikOto, pekan kemarin.
"Karena Mobil ini (mobil LCGC-Red) dari awal harganya, varian tertinggi hanya Rp 99 juta. Jelas sasarannya untuk para pengendara motor, yang memiliki daya yang rendah (penghasilan-Red), dan tiba-tiba wacana ini muncul, jadinya sekarang namanya high cost and green car," tambah Donny.
4. LCGC berubah arti
|
|
"Kalau tidak boleh menggunakan premium BBM subsidi, ini tidak bisa disebut lagi sebagai Low Cost and Green Car (LCGC)," kata Donny pengguna Wagon R kepada detikOto, pekan kemarin.
"Karena Mobil ini (mobil LCGC-Red) dari awal harganya, varian tertinggi hanya Rp 99 juta. Jelas sasarannya untuk para pengendara motor, yang memiliki daya yang rendah (penghasilan-Red), dan tiba-tiba wacana ini muncul, jadinya sekarang namanya high cost and green car," tambah Donny.
Halaman 2 dari 10












































Komentar Terbanyak
Resmi Turun, Ini Harga BBM Se-Indonesia Juli 2026
Bahlil: Harga BBM Baru Naik 3 Minggu, Masa Udah Ditanya Kapan Turun
Insentif Kendaraan Listrik Molor lagi, Ini Alasan Menkeu Purbaya