Untuk melarangnya, pemerintah berencana memperkecil lubang tangki bahan bakar mobil murah dan ramah lingkungan (LCGC) dimana sebagai aturan yang memperjelas larangan mobil LCGC minum BBM bersubsidi.
Nah agar aturan nozzle ini lebih efektif, mobil-mobil LCGC seperti harus dipasang sensor. Sensor ini bertugas 'melarang' mobil LCGC menggunakan BBM bersubsidi atau RON 88.
Hal tersebut disampaikan Sales President Product Planning, After Sales, Dealer, Development and Customer Satisfaction PT Nissan Motor Indonesia (NMI) Teddy Irawan. Bagaimana caranya Pak?
Teddy menegaskan sensor tersebut nantinya membaca kadar RON bensin sehingga bisa mengakibatkan mesin brebet atau tidak stabil hingga tidak menyala jika BBM-nya tidak sesuai aturan.
"Selama ini mesin-mesin mobil sudah disesuaikan dengan RON rata-rata di atas 91 dan 92, jika tidak sesuai performa mesin akan turun. Saya tidak yakin mesin sekarang dengan spesifikasi lebih rendah. Meski ada tapi cuma sedikit," tutur Teddy.
"Kalau untuk meningkatkan rasio kompresi sepertinya terlalu teknis. Mungkin bisa dengan sensor yang mendeteksi," lanjutnya.
Teddy memaparkan sensor secara teknis membaca kadar RON yang masuk ke tangki BBM LCGC. Sensor tersebut berguna mengurangi performa mesin mobil LCGC.
"Secara performa akan turun," tutup Teddy.
(ikh/ddn)












































Komentar Terbanyak
2 Pabrik Otomotif Jepang di RI Cabut ke Vietnam, Ribuan Pegawai Kena PHK
2 Pabrik Otomotif Jepang di RI Mau Cabut ke Vietnam, Ini Alasannya
Indonesia Ditinggal Kabur Pabrik Otomotif, Pemerintah Harus Ambil Sikap!