Molina ITS Dituding Menjiplak Mobil Lain, Ini Tanggapan Mendikbud

Tour de Java Molina

Molina ITS Dituding Menjiplak Mobil Lain, Ini Tanggapan Mendikbud

- detikOto
Jumat, 02 Mei 2014 14:30 WIB
Molina ITS Dituding Menjiplak Mobil Lain, Ini Tanggapan Mendikbud
Jakarta - Jika tidak ada halangan mobil listrik nasional Ezzy 1 dan Ezzy 2 bisa saja diproduksi tahun 2015 atau paling lama 2016. Cukup banyak rintangan yang dialami kedua mobil listrik tersebut terutama dari desain eksterior dan interior yang disebut-sebut menjiplak merek mobil lain.

Apa tanggapan Mendikbud M. Nuh soal tudingan menjiplak ini?

"Ada namanya teknologi multisource. Jadi berbagai sumber. Tidak ada ceritanya kalau kita mengembangkan teknologi itu semuanya serba sendiri. Tidak ada ceritanya, termasuk dari bahan. Tidak ada ceritanya," tegas Mendikbud M Nuh di Jakarta, Jumat (2/5/2014).

Dia mencontohkan salah satu mobil asal Jepang. Menurutnya merek tersebut tidak memproduksi sendiri komponen ban dan lainnya. Merek ini disuplai oleh vendor-vendor.

"Taruhlah sekarang mobil, mohon maaf saya nyebut merek Toyota. Bannya pun dia tidak buat sendiri. Ada yang sifatnya common yang menjadi general source. Jadi siapa pun produsennya itu ya, yang akan mengembangkan teknologi itu disuplai oleh 1 general source," tuturnya.

"Berhubung ya sudah bukan lagi spesifik khas dari perusahaan itu. Spion demikian setir juga demikian pedal demikian. Bahkan dari perusahaan besar itu, itu kalau sampeyan pergi ke Pasuruan, itu dibuatnya di Pasuruan," lanjutnya.

M Nuh menambahkan yang membedakan antara pabrikan otomotif dan pabrikan otomotif lainnya adalah teknologi yang tersemat, jadi bukan dari desain eksterior dan interior.

"Oleh karena itu yang membedakan antara pabrikan A merek A dengan pabrik B merek B, itu yang membedakan teknologi inti yang menjadi kekhasan dari perusahaan atau produsen itu," ucapnya.

"Jangan sampai dihadapkan kalau mengembangkan sesuatu itu harus mengembangkan sendiri. Tidak akan selesai. Hampir tidak ada," pungkasnya.

Dia menjelaskan dengan banyaknya belajar dari perusahaan otomotif raksasa, maka anak bangsa lambat laun akan belajar bagaimana merek-merek tersebut pada akhirnya bisa berdiri. Hal utama adalah menguasai teknologi otomotif agar bisa menampilkan teknologi berbeda.

"Yang pertama kita kuasai dulu, kembangkan apanya lagi, kembangkan apanya lagi dan itu lah sejalan dengan perusahaan otomotif raksasa. Dia awalnya tidak mengusai sumber-sumber tapi sekarang dia sudah mengusai sumber-sumber. Tapi asalnya dia tidak begitu," tutup M Nuh sembari memberikan semangat kepada anak bangsa.


(ikh/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads