Apa tanggapan Mendikbud M. Nuh soal tudingan menjiplak ini?
"Ada namanya teknologi multisource. Jadi berbagai sumber. Tidak ada ceritanya kalau kita mengembangkan teknologi itu semuanya serba sendiri. Tidak ada ceritanya, termasuk dari bahan. Tidak ada ceritanya," tegas Mendikbud M Nuh di Jakarta, Jumat (2/5/2014).
Dia mencontohkan salah satu mobil asal Jepang. Menurutnya merek tersebut tidak memproduksi sendiri komponen ban dan lainnya. Merek ini disuplai oleh vendor-vendor.
"Taruhlah sekarang mobil, mohon maaf saya nyebut merek Toyota. Bannya pun dia tidak buat sendiri. Ada yang sifatnya common yang menjadi general source. Jadi siapa pun produsennya itu ya, yang akan mengembangkan teknologi itu disuplai oleh 1 general source," tuturnya.
"Berhubung ya sudah bukan lagi spesifik khas dari perusahaan itu. Spion demikian setir juga demikian pedal demikian. Bahkan dari perusahaan besar itu, itu kalau sampeyan pergi ke Pasuruan, itu dibuatnya di Pasuruan," lanjutnya.
M Nuh menambahkan yang membedakan antara pabrikan otomotif dan pabrikan otomotif lainnya adalah teknologi yang tersemat, jadi bukan dari desain eksterior dan interior.
"Oleh karena itu yang membedakan antara pabrikan A merek A dengan pabrik B merek B, itu yang membedakan teknologi inti yang menjadi kekhasan dari perusahaan atau produsen itu," ucapnya.
"Jangan sampai dihadapkan kalau mengembangkan sesuatu itu harus mengembangkan sendiri. Tidak akan selesai. Hampir tidak ada," pungkasnya.
Dia menjelaskan dengan banyaknya belajar dari perusahaan otomotif raksasa, maka anak bangsa lambat laun akan belajar bagaimana merek-merek tersebut pada akhirnya bisa berdiri. Hal utama adalah menguasai teknologi otomotif agar bisa menampilkan teknologi berbeda.
"Yang pertama kita kuasai dulu, kembangkan apanya lagi, kembangkan apanya lagi dan itu lah sejalan dengan perusahaan otomotif raksasa. Dia awalnya tidak mengusai sumber-sumber tapi sekarang dia sudah mengusai sumber-sumber. Tapi asalnya dia tidak begitu," tutup M Nuh sembari memberikan semangat kepada anak bangsa.
(ikh/ddn)












































Komentar Terbanyak
Asosiasi Ungkap Biang Kerok 'Krisis Ojol' di Jakarta: Biaya Aplikasi Dipotong Gede!
Katanya Dikembalikan, Gubernur Kaltim Kok Pakai Range Rover Berpelat KT 1?
Provinsi Ini Bolehkan ASN Mudik Pakai Mobil Dinas, Asalkan Bukan buat Pamer