Lalu bagaimana tanggapan Lexus yang merupakan merek premium dari Toyota?
"Pasti sebuah peraturan itu ada yang diuntungkan dan ada yang merasa tidak di untungkan. Tapi kalau pemerintah sudah putuskan itu sudah final, dan itu biasa," kata GM Lexus Indonesia, Adrian Tirtadjaja kepada detikOto.
Adrian bahkan mengingatkan, memang keputusan pemerintah menaikkan PPnBM itu tidaklah tepat, apalagi jumlah mobil mewah tidak terlalu banyak. Karena akan banyak konsumen yang menghiraukan keputusan pemerintah tersebut.
"Pembeli (konsumen) hanya menahan pembelian saja, kalau mereka (konsumen) mau beli ya tinggal beli. Tapi memang keputusan ini tidak pas saja," ujarnya.
Akan tetapi secara tidak langsung Adrian pun mengakui, bahwa selama ini konsumen Lexus di Indonesia lebih banyak menikmati Lexus yang memiliki kapasitas mesin dibawah 2.500 cc.
"Penjualan kita masih di bawah 3.000 cc kebanyakan, dan ini (kenaikan pajak PPnBM) tidak terlalu berpengaruh. Dan mungkin untuk kelas yang tanggung-tanggung itu akan terpengaruhi, tapi untuk kendaraan diatas Rp 1 miliar tapi mesin 3.000 cc itu baru terpengaruh sedikit," tutupnya.
(lth/ddn)












































Komentar Terbanyak
Dadan soal Motor MBG: Dulu Klaim di Bawah Harga, Ternyata Di-markup
Ini Gudang Motor Listrik MBG yang Dipesan Dadan Hindayana
Indonesia Kian Tertinggal, Mobnas Malaysia Ekspansi EV 42 Ribu Unit/Tahun