Senior Marketing Manager PT Mazda Motor Indonesia (MMI) Astrid Ariani Wijana, mengatakan untuk masalah ini hanya Mazda6 model tahun 2013 yang harus ditarik dan diperbaiki atau reprograming.
"Jumlahnya hanya 317 unit di seluruh Indonesia. Mostly memang didominasi di Jakarta," ungkap wanita yang akrab disapa Astrid saat dihubungi detikOto, Jumat (11/4/2014).
Mazda mengklaimnya, masalah yang terjadi pada recall Mazda6 bukan unit i-ELOOP melainkan pada programingnya. Ketika berkendara dalam kondisi hujan atau mobil masuk ke kubangan air yang dangkal, air tersebut kemungkinan akan mengenai fan belt dan bisa salah membaca.
Karena fan belt yang basah terkena air itu kemungkinan bisa terjadi selip sehingga terjadi kemungkinan control module salah baca data dari fan belt dan akibatnya data dari i-ELOOP kurang aurat meski sebenarnya i-ELOOP-nya tidak bermasalah.
"Penangananya adalah dengan reprograming controle module dan hanya memakan waktu 18 hingga 20 menit. Dan yang dimaksud salah baca itu nanti sistemnya tidak mau charging si i-ELOOP," tuntasnya.
(ady/ddn)












































Komentar Terbanyak
Sekarang Dijual Rp 16.250/Liter, Ternyata Harga Asli Pertamax Segini
Penjelasan Pertamina soal Harga Pertamax Tiba-tiba Naik 10 Juni
Cerita Prabowo Naik Maung: Atap Bocor, Bunyi Gledak-gledak