Chief Executive General Motors Co Mary Barra akan menghadapi kongres minggu depan. Dia harus menjelaskan bagaimana petinggi di perusahaan mobil terbesar AS sampai tidak tahu untuk lebih dari 1 dekade masalah yang telah menimbulkan setidaknya 12 kematian.
Para anggota kongres sedang berusaha mencari siapa yang harus disalahkan akibat kurangnya respon dari GM dan regulator keamanan seperti NHTSA untuk belasan tragedi itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejauh ini, GM telah menarik 2,6 juta kendaraan akibat masalah di stop-kontak pada mobil produksi GM yang membuat mesin tiba-tiba mati hingga kantung udara yang tidak berfungsi.
Selain oleh kongres, penarikan kembali yang tengah dilakukan oleh GM sendiri tengah mendapat sorotan dari Badan Keselamatan Lalu Lintas dan Jalan Raya Amerika atau National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA).
NHTSA tengah menyelidiki GM untuk melihat apakah pengumuman recall ini telat dilakukan atau tidak. Bila terbukti telat, maka GM bisa didenda hingga US$ 35 juta atau sekitar Rp 407,15 miliar akibat hal ini. Angka itu adalah angka untuk 1,6 juta mobil yang ditarik GM sebelumnya bila memang terbukti GM bersalah.
Kemungkinan besar, bila terbukti bersalah, GM akan didenda lebih besar lagi mengingat beberapa waktu lalu Toyota juga harus menghadapi galaknya pemerintah AS saat terjadi recall akibat akselerasi tiba-tiba pada kendaraannya. Toyota harus membayar sekitar US$ 1 miliar kepada pemerintah AS sebagai ganti rugi kepada konsumennya.
Akibat masalah recall ini pula ancaman class action juga tengah dipersiapkan oleh masyarakat dan harga saham GM melorot.
Barra akan bersaksi di DPR pada hari Selasa nanti dan di Senat pada hari Rabu.
(syu/lth)












































Komentar Terbanyak
BBM Shell Kosong, Bahlil: Negara Nggak Cuma Ngurus 1 Kelompok!
Prabowo Mau Buka Pabrik Mobil di RI: Kenapa Kita Jadi Pasar Mobil Orang Lain?
Viral Istri Ketinggalan di Rest Area saat Mudik, Diantar Polisi Naik Moge