Hyundai Revisi Klaim Irit BBM, Takut Digugat?

Hyundai Revisi Klaim Irit BBM, Takut Digugat?

- detikOto
Rabu, 19 Mar 2014 21:59 WIB
Hyundai Revisi Klaim Irit BBM, Takut Digugat?
Seoul - Salah satu faktor yang mempengaruhi pilihan konsumen ketika membeli mobil adalah terkait tingkat efisiensi bahan bakar. Namun, para produsen tidak boleh sembarangan memberikan angka tingkat efisiensi.

Baru-baru ini, Hyundai telah mengambil langkah yang tidak biasa karena merevisi angka jarak tempuh yang diperkirakan pada Sonata terbaru. Raksasa Korea ini mengatakan kalau ada peningkatan 6 persen dari efisiensi bahan bakar di sedan andalannya itu.

Klaim pertama Hyundai adalah 29,6 mpg atau sekitar 12,6 km/liter. Beberapa hari kemudian, Hyundai merevisi angka tadi menjadi 12,1 km/liter (28,5 mpg) atau hanya naik 2 persen saja dari model sebelumnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami sangat menyesal karena menyebabkan kebingungan kepada wartawan," kata Hyundai dalam sebuah pernyataan di Autonews.

Langkah antisipatif Hyundai ini bagi para analis memang akan berdampak buruk bagi brand tersebut untuk jangka pendek tapi tidak jangka panjang.

Sebab, tahun lalu saja Hyundai --bersama KIA-- harus membayar US$ 395 juta atau sekitar Rp 4,72 triliun untuk menyelesaikan tuntutan hukum yang diajukan oleh pemilik mobil yang merasa dibohongi karena klaim efisiensi bahan bakar yang dilebih-lebih kan.

Perjanjian pembayaran kompensasi itu akan mempengaruhi sekitar 600.000 pemilik mobil Hyundai dan 300.000 KIA di Amerika Serikat. Mobil yang disoroti adalah model tahun 2011-2013.

Cerita ini bermula pada bulan November 2012 saat kedua perusahaan mengakui bahwa mereka membesar-besarkan klaim tingkat efisiensi bahan bakar mereka setidaknya menambah 1 mpg (sekitar 0,43 km/liter) pada kendaraan mereka.

Pengakuan ini diberikan setelah US Environmental Protection Agency menemukan ketidak-cocokan antara klaim dan hasil nyata di 13 model Hyundai dan KIA model tahun 2011-2013.

Akibatnya ada 53 tuntutan hukum pada kedua merek itu di Amerika Serikat. Tuntutan itu kemudian digabungkan.

Pembayaran ini untuk mengganti selisih klaim dan kenyataan. Uang bensin yang tidak semestinya dikeluarkan akibat selisih tadi selama pemilik memiliki mobil harus diganti. Untuk Hyundai saja, rata-rata selisih klaim dan kenyataan ini mengharuskan mereka membayar sekitar US$ 320.

Diperkirakan, Hyundai membayar total sekitar US$ 210 juta untuk masalah ini dan KIA membayar sekitar US$ 185 juta. Itu kalau pemilik setuju dengan metode penyelesaian seperti ini.

(syu/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads