Dongfeng Motor Co memang ingin mengambil kendali PSA Peugeot Citroen dimana mereka dikabarkan telah sepakat untuk menggelontorkan puluhan juta euro hingga ratusan juta euro untuk mengatasi masalah keuangan yang ada di PSA Peugeot Citroen. Dokumen penawaran tersebut diperkirakan bisa disahkan pada akhir Maret saat kunjungan resmi Presiden China Xi Jinping ke Paris.
Namun, pemerintah Prancis coba memproteksi raksasa otomotif mereka dengan mengenakan klausa agar Dongfeng berkomitmen untuk tidak meningkatkan persentase kepemilikan mereka di PSA Peugeot Citroen untuk beberapa tahun ke depan. Bila mungkin selama 1 dekade ke depan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seorang pejabat Departemen Keuangan Perancis menurut Wall Street Journal menolak untuk mengkonfirmasi atau menyangkal kabar tersebut namun mengatakan semua hal yang dilakukan pemerintahnya adalah untuk menemukan keseimbangan antara pemerintah, keluarga dan kepemilikan Dongfeng itu.
Di sisi lain, pemegang saham yang masuk, pemerintah dan Dongfeng masih berdebat dengan keluarga Peugeot tentang siapa yang harus menggantikan Thierry Peugeot sebagai chairman perusahaan.
Di sisi pemerintah Prancis, mereka mendukung Louis Gallois, seorang penasihat pemerintah Perancis dan mantan CEO Airbus Grup. Sementara beberapa anggota keluarga Peugeot memiliki kandidat sulan Gerard Hauser yang memimpin pembuat kabel French Nexans sampai dengan tahun 2009.
Sementara itu, Dongfeng ingin chairman masa depan Peugeot adalah sosok independen.
(syu/lth)










































