"Awalnya kami berharap tahun ini kami bisa mulai produksi, tetapi produksi belum dalam skala besar," ujar CEO of JLR, Ralf Speth seraya mengatakan kalau hal itu dilakukan karena adanya keterlambatan part mesin dan peralatan produksi.
Foto: Jaguar F-Type Meluncur di Jakarta
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
JLR memastikan pabrik terbaru mereka akan menjadi kunci untuk pertumbuhan Jaguar Land Rover di China. Karena jika JLR melakukan manufaktur secara lokal, memungkinkan perusahaan bisa terhindar penggunaan tarif impor hingga 25 persen.
Foto: Jaguar 'Meraung' di Indonesia
Tahun lalu, penjualan Jaguar dan Land Rover di China naik 30 persen menjadi 95.237 unit mobil.
Perusahaan patungan ini, telah mendapat izin usaha di November 2012, dengan investasi awal mencapai 10,9 miliar yuan untuk membangun pabrik di timur kota Changshu yang sudah termasuk R & D center dan pabrik untuk memproduksi mesin.
Namun meski di produksi di China, JLR mengklaim kalau kualitas mereka tetaplah sama.
(lth/syu)












































Komentar Terbanyak
Kenapa SIM Mati Telat Sehari Harus Bikin Baru?
Menlu Sugiono Ungkap Alasan Presiden Prabowo Bawa Maung di KTT ASEAN Filipina
Sudah Ditolak tapi BGN Bisa Beli Motor Listrik? Purbaya Akui Kebobolan