Produksi kendaraan yang sangat besar itu untuk menyokong meningkatnya permintaan di dua pasar terbesar di dunia, China dan Amerika Serikat. Hal tersebut seolah menjadi amunisi yang membuat Toyota bangkit setelah resesi ekonomi di 2008 dan tsunami yang melanda Jepang di 2011.
Secara total, raksasa Jepang itu memproduksi 10.120.000 kendaraan pada tahun 2013, naik 2,1 persen dari tahun sebelumnya. Output yang lebih tinggi di Amerika dan Eropa sukses mengimbangi produksi yang melambat di pasar dalam negeri Jepang. Sebab, output di Jepang turun 3,9 persen menjadi 3,36 juta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karena angka itu sudah cukup untuk mengangkangi raksasa asal Amerika Serikat dan Eropa, General Motors (GM) dan Volkswagen yang masing-masing menjual 9,71 juta kendaraan dan 9,7 juta kendaraan. Untuk angka produksi total, kedua raksasa tadi belum merilisnya.
Di tahun ini, Toyota berencana untuk meningkatkan penjualan global menjadi 10.320.000 kendaraan dan meningkatkan produksi menjadi 10,43 juta pada tahun 2014 ini. Angka itu termasuk angka produksi dan penjualan Daihatsu serta Hino.
Di sisi lain, Nissan yang merupakan produsen mobil kedua di Jepang mengatakan kalau produksi global mereka naik 1,3 persen menjadi 4,95 juta di tahun lalu. Sementara Honda yang menjadi produsen ketiga terbesar di Jepang menghasilkan 4,3 juta kendaraan di seluruh dunia, naik 4,5 persen.
(syu/ikh)












































Komentar Terbanyak
Di RI Banyak Merek Motor Listrik, Kenapa Harus Emmo Rp 50 Jutaan buat MBG?
Bengkel Belum Ada, Kok BGN Nekat Beli 25 Ribu Unit Motor MBG?
Diborong Proyek MBG, Desain Motor Listrik Emmo Baru Didaftarkan Akhir Tahun Lalu