Pemilu yang akan digelar di tahun kuda kayu ini menurut KIA diperkirakan akan memberi dampak pada perekonomian Indonesia yang mau tidak mau akan berdampak pula pada penjualan mobil di Indonesia.
Semester I-2014, karena banyak masalah seperti rupiah yang melemah diperkirakan akan mengganggu penjualan, namun kondisi itu akan kembali normal dan meningkat di semester II-2014 ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Namun pemilu juga bisa berdampak membuat sulit karena ada dua pemilu tahun ini, belum lagi kalau pemilihan presidennya sampai 2 putaran. Karena itu, tema kita untuk 2014 adalah konsolidasi," ujarnya.
KIA sendiri tahun lalu menjual 12.121 mobil di 2013 lalu. Di 2014 ini, merek Korea Selatan ini pun yakin kalau penjualan mobil mereka bisa terus meningkat. Tahun ini mereka memasang target 12.500 unit.
Dengan penjualan 12.121 mobil di 2013, KIA menjadi merek terlaris nomor 10 di Indonesia diantara merek lain. Picanto menjadi tulang punggung dengan angka penjualan 6.379 unit atau 52 persen dari total penjualan KIA di Indonesia.
Di bawahnya ada Rio dan Sportage yang masing-masing melepas 3.326 unit dan 1.075 unit serta dibantu sisanya oleh Sorento, Carens, Optima, mobil untuk taksi dan produk lain.
Untuk itu, di 2014 ini KIA pun optimis untuk dapat menjual lebih banyak mobil. Targetnya, KIA ingin melepas 12.500 unit.
Banyak strategi yang disiapkan oleh KIA dengan memperbaiki fasilitas jaringan dan layanan purna jual.
Picanto dan Rio diperkirakan tetap akan menjadi tulang punggung di segmen compact car. Sementara di segmen SUV, Sportage diprediksi akan berbicara banyak.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Begini Efek Negatif Impor Mobil Pick Up 105 Ribu Unit Senilai Rp 24 T dari India
Impor Pickup India Disebut Lebih Murah, Segini Harganya
105.000 Mobil Pickup Diimpor dari India, Buat Dipakai Koperasi Merah Putih