Kontroversi muncul ketika asosiasi Allgemeine Deutsche Automobil-Club (ADAC) mengakui telah memanipulasi hasil survei mereka yang merupakan bagian dari cara memilih mobil terbaik di Jerman.
ADAC mengaku telah menggelembungkan jumlah peserta survei hingga sepuluh kali lipat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mantan Direktur Komunikasi ADAC, Michael Ramstetter sudah mengaku bertanggung jawab dan mengundurkan diri.
"Kami sangat menyesal. Kami harus berupaya keras memulihkan citra kami yang rusak," ujar Direktur Pelaksana ADAC, Karl Obemair yang menyebut tindakan Ramstetter kesalahan yang tidak bisa dimaafkan.
Ramstetter yang merupakan editor dari majalah ADAC Motorwelt yang merupakan majalah bulanan terbesar Eropa dengan 18 juta pembaca menggelembungkan hasil survei. Mereka menyebut 34.299 pengendara mengikuti survei dan memilih Golf sebagai mobil favorit Jerman padahal sebenarnya yang mengikuti survei hanya 3.409 orang.
Meski begitu, ADAC bersikeras kalau secara urutan keseluruhan, peringkat di VW Golf memang berada di posisi 1 dan pantas menjadi pemenang.
ADAC sendiri didirikan pada tahun 1903 dan merupakan klub otomotif terbesar di Eropa. Majalah mereka 'ADAC Motorwelt' mengklaim diri sebagai majalah otomotif dengan sirkulasi terbesar di Eropa di angka 13 juta eksemplar.
Untuk menjaga agar tidak terjadi hal serupa, manajemen ADAC mengatakan kalau mereka tidak menyadari penipuan telah terjadi saat survei dilakukan. Kesalahan ada di tim survei. Namun untuk mencegah hal itu terjadi lagi di masa depan mereka akan menyewa pengawasan independen di masa depan.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Dadan soal Motor MBG: Dulu Klaim di Bawah Harga, Ternyata Di-markup
Hitung-hitungan Penghasilan Ojol Usai Tarif Aplikasi Dipangkas
Indonesia Kian Tertinggal, Mobnas Malaysia Ekspansi EV 42 Ribu Unit/Tahun