Namun ternyata untuk Indonesia, Toyota menurunkan kapasitas mesinnya, tidak ada lagi Corolla 2.000 cc, hanya 1.800 cc saja.
Beberapa alasan dibeberkan oleh GM Corporate Planning and Public Relation PT TAM, Widyawati Soedigdo.
"Tidak ada Corolla 2.0 liter. Dulu Corolla pernah menjual mesin 2.0 liter. Tapi agak mepet dengan sedan Camry. Camry ada yang mesin 2.4 liter, orang mending nambah sedikit dan dapat Camry," kata Widyawati di Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di Indonesia total sedan cuma sekitar 2 persen sekarang. Dan pemain banyak dan itu berdarah-darah, kompetisinya ketat sekali. Di awal-awal 10 persen di 10 tahun lalu, terus turun ke 6 persen, dan turun terus. Sekarang tinggal 2 persen," yakin Widya.
Alasan ini tentu tidak sejalan dengan rencana Toyota Indonesia yang berencana merakit sedan Vios di Indonesia. Bahkan Toyota Indonesia terlihat bangga dengan produksi Vios di Indonesia.
Menanggapi kondisi ini, Toyota seperti yang dijelaskan Widya memiliki strategi pemasaran lain. Disebutkan Widya, rencana perakitan sedan Vios di Indonesia karena pasarnya terbuka lebar.
"Kenapa produksi sedan Vios di sini? Vios itu pasar paling gede, dan mostly gedenya di taksi segmennya itu di taksi. Gambaran saja Taksi sebulan itu kira-kira 1.000 unit per bulan, Vios sekitar 400-500 unit. Sementara sedan Corolla 150 per bulan. Dan ini jauh sekali. Mengapa kita produksi Vios di Indonesia ya karena itu," yakin Widya.
(ikh/ddn)












































Komentar Terbanyak
Harga Asli Pertalite Rp 18.040/Liter Lebih Mahal dari Pertamax, Begini Kata Pertamina
Dulu Laku Ribuan Sebulan, Penjualan BYD Atto 1 Tiba-tiba Cuma 26 Unit
Isi Garasi Menteri Terkaya di RI yang Hartanya Tembus Rp 6 Triliun