'Beli Mobil Italia Itu Harus Lihat Berkali-kali'

'Beli Mobil Italia Itu Harus Lihat Berkali-kali'

M Luthfi Andika - detikOto
Kamis, 12 Des 2013 16:47 WIB
Beli Mobil Italia Itu Harus Lihat Berkali-kali
Jakarta - Banyak yang berkomentar setiap produk mobil mungil asal Italia seperti Abarth memiliki desain yang aneh dan kurang digemari oleh konsumen otomotif di Indonesia.

CEO MRA, yang membawahi Ferrari, Maserati, Harley-Davidson, Soetikno Soedarjo menyanggahnya dan mengatakan desain mobil Italia salah satunya Abarth sangat unik dan luar biasa.

"Saya suka dengan produk Italia, desainnya pun bagus. Tapi itulah Italia, tidak bisa dilihat sekali, tapi harus dilihat berkali-kali dan baru bisa mendapatkan desain yang luar biasa," kata Sutikno di Cafe Torino Osteria, di Jakarta, saat memperkenalkan Abarth, Kamis (12/12/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dirinya juga menambahkan, Abarth merupakan mobil mungil terbaik.

"Saya sudah mengendarai Abarth, untuk konsumen mobil kecil yang menginginkan performa ini menjadi pilihan baru," ujarnya.

"Selain itu mobil ini sangat irit, sangat nyaman, macetnya Jakarta tidak menjadi masalah," tambahnya.

Sementara itu, CEO PT. Genta Surya Otomotif sebagai APM resmi Abarth, Viyata Devi, memastikan kalau Fiat dan Abarth hanya sama di bagian sasis tapi memiliki berpedaan desain, fitur dan performa.

"Dengan Fiat, Abarth hanya sama di sasis saja," kata Devi.

Dirinya memastikan Fiat dan Abarth memiliki perbedaan yang jelas.

"Semuanya beda (antara Fiat dan Abarth). Karena di 2007 Abarth sudah resmi menyandang menjadi satu merek otomotif (merek mobil)," ujarnya.

Dan dirinya tidak menapik akan ada persaingan mobil kecil dipasar Indonesia.

"Kalau persaingan pasti ada, tapi kami yakin Abarth akan diterima dengan baik di Indonesia. Karena kita punya nilai lebih yang bisa diandalkan. Dan Saya yakin setiap produk juga memiliki kelebihan masing-masing," ucap devi.

"Misanya pada Abarth 500, desain yang kami tawarkan sangat eksklusif baik dari dari interior maupun eksterior, harga yang kami tawarkan sangat kompetitif. Dan memang saat ini kami masih mengandalkan produk CBU, karena masih terlalu dini untuk men-CKD (merakit) Abarth di Indonesia," tambahnya.

(lth/ikh)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads