"Pembatasan kendaraan itu semua bisa, tapi kan sebenarnya gini, kalau mau dicarikan alasannya kan kemacetan ini kan bukan salah (industri), ini kan akumulasi kesalahan dari dulu, jadi harus dipisahin antara dua itu, industri dengan kemacetan. Industri ini kita harus hidupkan, karena Indonesia punya value added, industri harus dihidupkan, industri harus dibikin gede," tegas Presdir PT Toyota-Astra Motor Johnny Darmawan di Jakarta.
Untuk membenahi kemacetan menurut Johnny ada 4 strategi yang bisa diambil pemerintah kota:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
2. Pajak untuk mobil tua. Jakarta atau kota besar lainnya menurut Johnny mungkin bisa menerapkan contoh kebijakan yang dilakukan di luar negeri. Misalnya menerapkan pajak yang lebih besar untuk mobil-mobil tua.
"Sekarang lagi dipikirin, mungkin salah satu kayak di luar negeri, mobil yang sudah 10 tahun, bukan gak boleh, tetapi mereka (mobil) pajaknya dinaikkan apa-apa segala macem, karena mobil ini ada masalah polusi dan safety berkurang," ujarnya.
3. Membangun transportasi publik yang benar. "Yang dulu kan tambal sulam, kacau," ujarnya.
4. Penambahan infrastruktur jalan. "Wajar lah kita kota yang gede ini, harusnya jalan diperpanjang. Jalan harus dipikirkan juga," ujarnya.
Dia menilai dari 4 strategi tadi, sebenarnya langkah 1 dan dua sudah mulai dijalankan pemerintah DKI Jakarta. "Semuanya sudah on track, saya memuji lah, saya salut kepada Gubernur dan Wagub, semua yang di kepala saya dijalankan, tetapi jangan sampai setop produksi, investasi, itu gak bagus," ujarnya.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Begini Efek Negatif Impor Mobil Pick Up 105 Ribu Unit Senilai Rp 24 T dari India
Impor Pickup India Disebut Lebih Murah, Segini Harganya
Pick Up 4x4 India Jadi Kendaraan Operasional: Biaya Perawatan Mahal-Suku Cadang Terbatas