Seperti naiknya pajak barang mewah atau PPnBM dan yang terbaru adalah kenaikan dolar yang membuar rupiah kian melemah.
Dengan kondisi seperti itu Volkswagen Indonesia mengaku lebih terpukul dengan kenaikan dolar ketimbang naiknya PPnBM.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lanjut Andrew, kenaikan dolar itu sangat terpengaruh karena pelemahan rupiah ini sangat tiba-tiba dan pihaknya juga merasa kaget dan terpaksa harus menata ulang bagaimana harga tahun depan.
"Kami berharap bagaimanapun ada kebijakan dari pemerintah untuk menahan stabilitas rupiah," katanya.
Kenaikan harga itu, kalau dihitung langsung bisa mencapai 20 persen. VW Indonesia tidak akan langsung menaikan 20 persen tapi akan secara bertahap.
"Tapi kami tidak akan menaikan langsung 20 persen karena konsumen akan shock kita akan naikan secara bertahap. Kami sudah mulai naikan di September 5 persen di September lalu," tuntasnya.
(ady/syu)












































Komentar Terbanyak
Awas Kaget! Segini Pajak BYD Atto 1 Bila Tak Lagi Dapat Insentif
Naik Gila-gilaan! Intip Perbandingan Harga BBM RON 98 di RI Vs Negara ASEAN
Nasib! Harga BBM Naik, Mobil Listrik Malah Nggak Gratis Pajak Lagi