Hal tersebut disampaikan Deputy Director After Sales & Quality Management Chrysler Indonesia, Ludiatmo ketika ditemui detikOto di kantornya jalan Taman Margasatwa Raya 25 Jakarta.
"Warranty gugur, kalau konsumen pakai terus-terusan iya. Karena tentunya pabrikan juga melihat, kalau ada warranty kan dia (konsumen) pasti ke pabrik. Warranty mengikuti manual book. Karena itu konsumen dianjurkan mengikuti manual book dan tidak menggunakan bensin oktan 88," kata Ludiatmo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk emergency tidak apa-apa. Kalau dia pakai terus-terusan itu bermasalah warranty-nya. Tetapi kalau emergency karena sesuatu hal dia tidak mememukan pom bensin yang baik itu ya lalu dia isi premium untuk emergency setelah itu dia kembali ke kota dan dia pakai bensin normal tidak apa-apa," ujar Ludiatmo.
Ludiatmo menambahkan, konsumen PT Garansindo Inter Global selama ini sudah mengikuti paduan di buku petunjuk kendaraan.
Mereka jarang yang menggunaan BBM bersubsidi. Konsumen Jeep menurutnya sudah paham agar menggunakan BBM dengan bilangan oktan minimal 92 di kendaraannya. "Bahkan yang di daerah juga selalu menggunakan Pertamax," ujarnya.
(ikh/ddn)












































Komentar Terbanyak
Hitung-hitungan Penghasilan Ojol Usai Tarif Aplikasi Dipangkas
Honda 'Brio Listrik' Resmi Meluncur, Segini Harganya
Bye Kartu Plastik! Pakai SIM Digital Tinggal Scan Barcode di HP