"Tahap awal disepakati simpang Mampang Prapatan sebagai pilot project karena memiliki tingkat kepadatan lalu lintas yang cukup tinggi dan dapat dilakukan dengan perbaikan minimal dan hasil yang maksimal. Ini awal, apa lagi mereka akan membantu bukan hanya 1 ini. Tapi di 30 simpang lainnya," kata Kepala Dishub DKI Jakarta, Udar Pristono di sela-sela peresmian simpang Mampang Prapatan, Sabtu (30/11/2013).
Dia menegaskan, pihak Dishub DKI Jakarta akan berkordinasi dengan Toyota menentukan titik persimpang yang dinilai sangat krusial.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Cara yang digunakan adalah meredesain marka jalan (pulau-pulau jalan) dengan cara memperkecil demi mendapatkan arus kendaraan.
"Mengurangi titik konflik. Melebarkan dari 1 lajur jadi 2 lajur. Perbaikin ini cukup lumayan. Keterbatasan lahan dan volume kendaraan yang meningkat ini jadi masalah. Volume ini harus diikuti dengan perbaikan simpang. Menggeser pulau lalu lintas. Dan meperbanyak lajur," pungkas Udar.
Sampai saat ini, antara Toyota dan Dishub belum menentukan titik simpang selanjutnya.
""Saya berharap perbaikan persimpangan ini bermanfaat untuk kita semua. Fokus Toyota tidak jualan tapi lingkungan sekitar juga menjadi fokus utama," kata Presiden Direktur PT TAM Johnny Darmawan.
(ikh/ddn)












































Komentar Terbanyak
Impor Pickup India Disebut Lebih Murah, Segini Harganya
Ini Dia Wujud Pick Up India yang Sudah Berstiker Koperasi Merah Putih
Meski Ditunda, Pick Up Mahindra Buat Kopdes Sudah Tiba di Priok