"Insiden letupan baterai Gendhis ini merupakan hal biasa yang bisa saja terjadi pada setiap proses perekayasaan," ujar Staf Khusus Kemenristek Zulkifli Halim saat ditemui di Bandung, Jawa Barat, Senin (25/11/2013).
Kenapa baterai mobil bisa terbakar, menurutnya dalam proses perekayasaan itu wajar terjadi. "Di Amerika saja beberapa kali ada yang meledak dulu. Namanya juga teknologi baru. Cuma waktu itu menjelang sampai ke Ristek, baterainya habis," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski begitu, Kemenristek, lanjut Zulkifli tetap berkewajiban melakukan pengawasan pada pengembangan mobil listrik seperti Gendhis dan kawan-kawan. Kemenristek tetap akan mendukung pengembangan mobil listrik.
"Mobil itu tidak diuji bareng-bareng, memang jenisnya sama, tapi tidak diuji di UGM. Yang (baterainya terbakar) itu warnanya putih merah, yang ikut arak-arakan warna cokelat tua," ujarnya.
Kemenristek sendiri kini tengah melakukan road show mobil listrik ke berbagai daerah. Setelah di kampus UGM Yogyakarta pekan lalu, giliran Bandung yang mendapatkan mobil listrik.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Ini Dia Wujud Pick Up India yang Sudah Berstiker Koperasi Merah Putih
Agrinas Juga Impor Motor Roda Tiga untuk Kopdes Merah Putih
Muncul Dugaan Indonesia Dijadikan 'Tong Sampah' Pickup India