Merek yang belakangan tertarik menyediakan mobil hybrid dan listrik itu mengungkapkan tengah menyiapkan mesin SKYACTIV-G dan SKYACTIV-D generasi kedua dan ketiga dengan masing-masing keunggulan.
"Mesin SKYACTIV akan terus berkembang karena mobil dengan internal combustion (mesin pembakaran dalam) diprediksi masih jaya," kata Vice President European, Research and Development Mazda Motor Co, Ichiro Hirose seperti dilaporkan reporter detikOto M Ikhsan dari Tokyo, Jepang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita akan mencoba membuat mesin SKYACTIV yang menggunakan internal combustion lebih bertenaga dan irit. Nantinya mesin SKYACTIV generasi kedua dan ketiga melebihi mesin SKYACTIV generasi pertama," yakinnya.
Dikatakan Hirose kombinasi antara Homogeneous Charge Compression Ignition (HCCI) dan material terbaru pada mesin SKYACTIV-G dan SKYACTIV-D terbaru akan menghasilkan konsumsi BBM 30 persen lebih irit, memiliki kompresi lebih tinggi mencapai 18:1 dan tidak kehilangan tenaga.
Di sisi lain, dengan beberapa metode tersebut, mesin SKYACTIV di masa depan lebih menstabilkan suhu mesin untuk mengurangi penguapan di dalam ruang bakar.
Keunggulan lainnya yakni friksi (gesekan) pada mesin yang timbul lebih kecil 20 persen, dimana mesin SKYACTIV generasi pertama sudah berhasil menurunkan gesekan sebesar 20 persen.
"Hemat BBM, kompresi tinggi dan bertenaga adalah tujuan pengembangan mesin SKYACTIV," ucapnya.
Jika pengembangan ini berhasil, maka mesin SKYACTIV-G dan SKYACTIV-D generasi kedua dan ketiga akan memperkuat line-up Mazda jenis sedan, MPV, bahkan hybrid.
(ikh/ddn)












































Komentar Terbanyak
Begini Efek Negatif Impor Mobil Pick Up 105 Ribu Unit Senilai Rp 24 T dari India
Impor Pickup India Disebut Lebih Murah, Segini Harganya
105.000 Mobil Pickup Diimpor dari India, Buat Dipakai Koperasi Merah Putih