Salah satu cara untuk meredakan kemacetan selain masalah transportasi massal yang harus disediakan adalah dengan mendesain atau merekayasa jalan agar tidak menghambat arus lalu lintas, terlebih saat jam padat.
Untuk itu, Toyota menurut Presiden Commissioner PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN)-PT Toyota-Astra Motor (TAM) Hiroyuki Fukui ingin membantu pemerintah dengan meracik sedikit sistem jalan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Banyak cara untuk mengurangi kemacetan, salah satunya adalah dengan merekayasa ulang lalu lintas jalan," katanya seperti dilaporkan reporter detikOto Syubhan Akib dari Tokyo.
Menurut rencana, kerja sama itu akan dilakukan pada akhir November mendatang.
"Kami mengapresiasi pemerintah Jakarta yang sudah mulai tegas untuk urusan lalu lintas. Salah satunya adalah dengan menekan pihak berwenang untuk menilang para pelanggar lalu lintas mulai dari pengendara yang nekad menerobos busway hingga yang suka parkir sembarangan. Ini cukup efektif sebenarnya," jelas Presiden Direktur TAM Johnny Darmawan.
Penelitian rekayasa itu menurut Fukui akan menyentuh hal-hal sederhana namun vital dan menyebabkan banyak antrian seperti posisi dan letak U turn alias putaran, hingga posisi dan tempat lajur berbelok di tiap persimpangan.
Sementara Johnny mengusulkan agar --selain membangun banyak infrastruktur jalan dan menambah ruas jalan-- pemerintah provinsi DKI Jakarta juga menerapkan batas usia kendaraan untuk mengurangi populasi kendaraan yang ada di ibukota.
"Sumbangan kami di Mampang mungkin terdengar sepele. Tapi jangan lihat sesederhana itu karena kemacetan datang dari banyak faktor, salah satunya adalah sistem jalan dan lalu lintas. Itu yang ingin kami bantu benahi," lugasnya.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Resmi Turun, Ini Harga BBM Se-Indonesia Juli 2026
Sah! Malaysia Perketat Impor Mobil Murah China
Penunggak Pajak Kendaraan Dilarang Beli BBM Subsidi